Pastikan Evakuasi WNI dari Ukraina Berjalan Lancar, Prabowo Hubungi Kementerian Pertahan Rusia

ERA.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto disebut ikut terlibat dalam proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Ukraina yang hari ini telah tiba di Tanah Air. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Letjen TNI M. Herindra usai menyambut kedatangan para WNI dari Ukraina.

Herindra mengungkapkan, selama proses evakuasi WNI dari Ukraina, Prabowo tak hanya berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri saja tetapi juga berkomunikasi dengan Kementerian Pertahanan Rusia.

"Kami menyampaikan, bahwa pada acara atau kegiatan ini, Bapak Menhan Prabowo Subianto selalu berkoordinasi dengan ibu Menlu. Dan Menhan Prabowo berupaya selalu kontak via Kementerian Pertahanan Rusia," ujar Herindra dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube MoFA Indonesia, Kamis (3/3/2022).

Menurutnya, Prabowo meminta pemerintah Rusia ikut membantu melancarkan proses evakuasi para WNI. Sehingga seluruh WNI yang dievakuasi dapat selamat sampai Tanah Air.

"Pak Prabowo berupaya selalu kontak via Kementerian Pertahanan Rusia agar proses evakuasi yang dilaksanakan selama ini berjalan dengan aman. Sehingga WNI akan tetap terjamin keamanannya," katanya.

Adapun pada hari ini sebanyak 80 WNI dan tiga WNA telah tiba di Tanah Air. Mereka menumpangi pesawat Garuda Indonesia dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng sekitar pukul 17:10 WIB.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkapkan, 83 orang yang ini sebelumnya telah menempuh perjalanan selama 17 jam sebelum tiba di Tanah Air. Pesawat sebelumnya berangkat dari Jakarta pada untuk penjemputan melalui Bandara Udara Internasional Henri Coanda, Bucharest, Romania.

"Pesawat penjemput kembali diberangkatkan dari Bucharest menuju Jakarta pada pukul 20.23 waktu setempat atau 5,5 jam setelah mendarat. Rute perjalanan yang ditempuh adalah Bucharest--Madinah--Jakarta dengan waktu tempuh kurang lebih 17 jam," kata Retno.

Namun, masih ada 14 orang yang tertinggal di Bucharest. 14 orang ini terpaksa masih harus berada di Bucharest, Romania lantaran 12 orang diantaranya terpapar Covid-19. Sementara dua orang lainnya memilih tinggal untuk menenami anaknya yang positif Covid-19.

"Dari tes yang dilakukan, 12 orang evacuee diketahui positif Covid-19. Sementara dua orang lainnya memilih tinggal di Bucharest untuk menemani anak mereka yang positif Covid-19," kata Retno.