Tergenang Air Hujan, Kompleks Makam Raja-Raja Gowa Berubah Jadi 'Kolam Ikan'

ERA.id - Sudah dua hari hujan deras mengguyur beberapa daerah di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Gowa yang digawangi Adnan Purichta. Beberapa jalan di sana bahkan tergenang.

ERA pun berkesempatan memantau titik di mana saja, di Gowa, yang tergenang. Satu dari sekian banyak genangan, yang bikin miris adalah, makam raja-raja Gowa yang berubah seperti 'kolam ikan'.

Hujan membuat makam yang terletak di Kompleks Masjid Tua Katangka, Kabupaten Gowa itu, terendam air setinggi 20-30 senti.

Bukan cuma itu, bangunan makan pun terlihat tua dan terkesan tak terurus. Ada lumut yang mengelilingi makam-makam raja Gowa, ada juga sampah yang bertempuk di dekat pagar pintu masuk ke area makam.

Dari sepengamatan ERA, genangan air mulai terlihat ketika mulai masuk kompleks makam yang disakralkan warga Kabupaten Gowa tersebut.

Setelah melewati makam raja-raja Gowa dan Syech Yusuf Al Makassari, air sudah mencapai 30 senti lebih. Betis jurnalis ERA bahkan tersentuh air banjir.

Kompleks makam keluarga raja Gowa yang tergenang banjir (Gilang/ERA.id).

Ada empat makam raja Gowa dalam kompleks tersebut, antara lain raja Gowa ke-30, raja Gowa ke-32, dan raja ke-35 serta makam raja Gowa ke-36.

Selain itu ada ulama-ulama yang berasal dari negeri Yaman dan beberapa pengikut raja-raja Gowa juga ikut terendam.

Disarankan, saat mengunjungi makam raja-raja Gowa tersebut kala hujan mengguyur, setidaknya pengunjung memakai celana pendek.

Sebelumnya, legislator DPRD Gowa, Dian Purnamasari, membeberi catatan khusus kepada pihak Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Pemkab Gowa.

"Puluhan makam anak hingga cucu keturunan raja Gowa tergenang air. Miris sekali kita lihat kenyataan itu. Coba dipikir, apakah kita sudah merasa beradat dengan kondisi tersebut?" beber Dian kepada ERA, Senin (1/11/2021) silam.