Lidah Tertelan dan Penanganannya

Your browser doesn’t support HTML5 audio
Jakarta, era. id - Tertelannya lidah adalah sebuah kejadian yang sekilas tampak sederhana, tetapi bisa mengakibatkan terenggutnya nyawa seseorang. Mari kita kenali peristiwa mematikan yang dikenal dengan nama tongue swalling ini dan cara penanganannya.

Dilansir oleh Health How Stuff Works, lidah tidak akan mungkin dapat tertelan bila lidah tersebut tidak dipotong. Pasalnya, di dalam mulut ada struktur penting bernama frenulum linguae yang dapat kita lihat ketika kita menggerakkan lidah ke atas.

Frenulum linguae merupakan jaringan yang menghubungkan antara dasar mulut dengan lidah. Karena itu, lidah tidak akan mungkin tertelan meski kita sedang melakukan aksi terjun payung dan handstand sekalipun.

Jadi sebenarnya, lidah tidak pernah benar-benar tertelan. Istilah ini keliru namun nyatanya sudah dikenal luas di dunia medis. Lidah tertelan berarti tergelincirnya bagian belakang lidah terhadap hulu kerongkongan. Di mana hal ini bisa menyebabkan seseorang tersedak atau tercekik.

Kondisi ini disebabkan flasiditas (kelemahan untuk menahan, pasif) berlebihan pada lidah yang terjadi terutama saat tidak sadar diri, misalnya pingsan yang menyebabkan otot-otot meregang sehingga lidah menjadi lemas dan mungkin memblok jalur pernapasan.

Pada saat lidah 'tertelan' jalur napas otomatis terhenti, karena jalur napas melewati hulu kerongkongan ini baik saat bernapas dari mulut maupun dari hidung.

Dalam beberapa kasus pesepak bola, tertelannya lidah juga terjadi saat seseorang masih tersadar. Namun biasanya, meskipun hanya dalam hitungan milidetik, seseorang akan tak sadarkan diri yang menyebabkan melemasnya otot lidah.

 

Cara menangani tertelannya lidah

Tindakan utama saat terjadi lidah tertelan adalah melakukan ‘head tilt-chin lift’, yaitu membuka mulut sang korban dan mendorong kepala korban ke belakang, agar lidah yang menutup jalur pernapasan dapat bergerak dan membuka jalur pernapasan tersebut.

Selain itu, cara manual yang sering digunakan oleh para pesepak bola di atas lapangan adalah dengan membuka mulut sang korban, dan menarik lidahnya secepat mungkin agar saluran pernapasan dapat kembali terbuka. Ini yang dilakukan Gabi terhadap Fernando Torres dan Abdul Rahman Sulaeman terhadap Hilton Moreira.

Cara lain yang dilakukan dengan memasukan benda khusus atau peralatan medis untuk menarik lidah agar saluran napas terbuka kembali. Mengapa harus menggunakan benda khusus? Karena jika menggunakan tangan bisa berakibat gerakan refleks korban untuk menggigit tangan si penolong. Ini yang terjadi saat Jaba Kankava menolong kapten Dinamo Kiev, Oleg Gusev.

Tapi tentunya, karena tujuan pertolongan pada penderita tertelannya lidah adalah untuk membuka kembali jalur pernapasan korban sesegera mungkin dan tidak boleh lebih dari tiga menit. Maka, menggunakan tangan si penolong adalah tindakan spontan yang paling tepat.