Courtois Pertanyakan Gegar Otak Karius

London, era.id - Gelar Liga Champions ke-13 Real Madrid sepertinya menjadi gelar yang paling 'ribet' dalam sejarah sepak bola dunia. Selain peristiwa cederanya Mohamed Salah yang tidak kunjung usai. Blunder dan gegar otak Loris Karius juga terus menjadi perbincangan.

Baru-baru ini, sejumlah dokter di Boston, Amerika Serikat mengatakan, kondisi yang dialami kiper Liverpool sangat mungkin mempengaruhi penampilannya yang dalam pertandingan tersebut tampil buruk dan melakukan dua kali blunder hingga akhirnya The Reds kalah 1-3 dari Real Madrid pada 26 Mei 2018.

Dalam pertandingan itu, Karius memang sempat bertabrakan dengan bek Real Madrid, Sergio Ramos pada awal babak kedua. Setelah kejadian itu, Karius salah membuang bola sehingga Karim Benzema mencetak gol ke gawangnya dengan mudah. Karius kemudian kembali membuat kesalahan, saat salah menahan bola tendangan keras Gareth Bale dari luar kotak penalti.

Menanggapi hal tersebut, kiper Chlesea berkebangsaan Belgia, Thibaut Courtois berkomentar. Menurutnya, jika Karius mengalami gegar otak seharusnya dia tidak melanjutkan pertandingan. 

"Saya pernah mengalaminya dengan Alexis Sanchez. Saya mengalami gegar otak dan saya tidak bisa melihat bola, jadi 20 menit kemudian saya tidak melanjutkan pertandingan karena saya tidak bisa melihat bola," kata Courtois, seperti dilansir dari express.co.uk.

"Saya ikut menyesal dengan apa yang terjadi padanya, tapi menyalahkan gegar otak untuk kesalahan (blunder) tersebut sementara dia juga membuat dua penyelamat gemilang. Jadi, apakah itu hanya keberuntungan? Saya tidak tahu karena dia tidak bisa melihat bola. 

"Sungguh disayangkan dia membuat kesalahan itu tapi jika kamu mengalami gegar otak, kamu akan meninggalkan permainan atau dokter akan memberitahu bahwa kamu tidak lagi bisa melihat dengan jelas dan kamu harus meninggalkan permainan.

"Jika mereka ingin bilang bahwa kesalahan itu terjadi karena gegar otak, Oke. Dia bilang setelah pertandingan bahwa ia membuat dua kesalahan, saya rasa semua orang akan menerimanya," lanjutnya.

Di akhir komentarnya, kiper yang pernah menjalani masa pinjaman di Atletico Madrid itu merasa tidak masuk akal jika seorang kiper menyalahkan gegar otak setelah pertandingan selesai beberapa hari.

"Hal itu bisa terjadi pada seorang kiper, tapi menyalahkan gegar otak sekarang (setelah kalah dan melakukan blunder) saya melihatnya sebagai hal yang aneh. Tapi jika tim medis mengatakan demikian dari Boston, Oke," tandas Courtois.

Baca Juga : Loris Karius Gegar Otak Saat Final Liga Champions

 

Tag: liga champions liverpool