Sambil Singgung Jusuf Kalla, Rocky Gerung: PAN Diasuh di Istana, Sebelum Dia Mengasuh Anies

ERA.id - Langkah Presiden Jokowi untuk merombak kabinetnya di waktu krusial Pileg dan Pilpres 2024, dibaca oleh akademisi Rocky Gerung sebagai langkah politik.

Kata Rocky, dicopotnya Sofyan Djalil dari Menteri Agraria, adalah sinyal politik kalau Jokowi ingin membersihkan kabinetnya dari pengaruh Jusuf Kalla.

Toh kata Rocky, Sofyan adalah teman dekat Jusuf Kalla. Sementara JK juga dianggap sebagai pengasuh politik dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Lebih dari itu, Jokowi mengerti JK bisa jadi king maker buat Anies. dan potensi partai yang bisa merawat Anies adalah PAN," terangnya, dikutip melalui Youtube Total Politik.

Melihat itu semua, PAN pun dibuat berenergi dengan diberi jatah Kementerian Perdagangan. "Sebelum PAN mengasuh Anies, mending PAN diasuh dulu di istana," tandasnya.

Tak cuma Rocky, pengamat politik Universitas Jember (Unej) Hermanto Rohman juga menilai Jokowi sudah mengantisipasi pengaruh kelompok Jusuf Kalla di KIB, yang sejak awal dibaca arah politiknya akan mendukung Anies Baswedan.

Ia mengatakan kondisi itu menjadikan posisi Presiden Joko Widodo sangat memungkinkan sebagai king maker koalisi itu dan, untuk memaksimalkan geraknya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dijadikan Mendag.

"Maka bisa jadi mengganti Sofyan Djalil yang dipetakan sebagai orang Jusuf Kalla di kabinet adalah isyarat Jokowi untuk memutus peran dan pengaruh Jusuf Kalla untuk andil sebagai king maker," ujarnya.

Hermanto menjelaskan bahwa dari beberapa faktor tersebut menunjukkan bahwa perombakan kabinet menjadikan semakin dinamis.

"Namun itu belum final, karena jalan masih panjang dan dinamika politik masih memungkinkan berubah menjelang Pemilu 2024," ucap pakar politik dan kebijakan publik itu.