Indonesia Hasilkan 67,2 Juta Ton Sampah Per Tahun, Rendahnya Kesadaran Masyarakat Kelola Sampah Disebut Jadi Penyebab

ERA.id - Pola konsumsi saat ini semakin tinggi, namun sebaliknya kesadaran di kalangan konsumen untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial disebut masih rendah. Hal ini berdampak pada keberlangsungan lingkungan hidup terutama masalah sampah.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia menghasilkan 67,2 juta ton sampah dengan rata-rata sampah per hari yang dihasilkan sebesar 85 ribu ton.

Angka tersebut bahkan menurut KLH akan naik hingga 150 ribu ton per hari pada 2025. Sumber sampah terbesar berasal dari aktivitas rumah tangga.

Ary Fatanen dari Pakta Konsumen mengatakan masyarakat saat ini masih memiliki kesadaran yang rendah dalam mengelola sampah. Bahkan, dia menyebut dari 100 persen masyarakat Indonesia, tidak sampai 10 persen yang sadar perlunya untuk mengelola sampah.

Padahal, jelas dia, konsumen seharusnya memiliki kesadaran untuk ikut melakukan pengelolaan.

"Sampah ini potensi bencananya ngeri, kalau kita tak benar-benar perhatikan dalam pengelolaan sampah maka bisa menjadi problematika," jelas Ary Fatanen dalam diskusi 'Mendorong Kesadaran Konsumen Melalui Gerakan Greeen Konsumen' yang digelar oleh Friends With Bako bersama Thinkway.id.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta Suci Fitria Tanjung juga menyatakan saat ini sampah di sungai sudah setara dengan luas Monas.

Dia menyatakan perspektif dalam menyelesaikan permasalahan sampah pun ada dua, yakni tidak hanya pengelolaan dan pengurangan, melainkan harus ada kebijakan khusus.

Dia pun menyatakan Green konsumen merupakan gerakan yang potensial.

"Apakah misalnya kita membuang sampah sembarangan membuat menjadi lebih baik ketika sampahnya tidak dipilah dan harus masuk bantar gebang," jelas Suci.

Sementara itu, Rivani dari Koprol Iklim menyatakan harus ada gerakan sistematis dari kelompok anak muda yang mulai mawas dengan perilaku yang ramah lingkungan.

"dari diri sendiri dan mengajak lingkungan sekitar seperti kampus. Yuk Kita zero waste," jelas Rivani.