Ditangkap Paksa, Arkana Ikut Menginap Bersama Nikita Mirzani, Fitri Salhuteru: Ini Sekedar UU ITE, Saya Minta Keadilan!

ERA.id - Nikita Mirzani dijemput paksa oleh pihak Kepolisian Polresta Serang Kota di Lobi Utama Mall Senayan di Jakarta pada Kamis (21/7). Video jemput paksa itu menjadi viral di media sosial.

Perempuan kerap disapa Nyai ini ditangkap atas laporan kasus Dito Mahendra terkait kasus dugaan pencemaran nama baik dan Undang-undang ITE. Sahabat Nikita Mirzani, Fitri Salhuteru yang ditemani pengacara Sunan Kalijaga datang ke Polresta Serang.

Pada hari yang sama, Fitri Salhuteru dan Sunan Kalijaga datang usai mendengar kabar Nikita Mirzani dijemput paksa pada malam harinya. Ia datang untuk memberikan dukungan untuk ibu anak tiga itu.

Fitri Salhuteru dan Sunan Kalijaga (Foto: YouTube/KH Infotainment)

"Pemeriksaan masih berlangsung. Nikita lawyernya datangnya saja telat. Aku dan Bang Sunan datang hanya support sebagai bestie. Jadi, udah malam kita sudah capek dan hanya lawyer yang mendampingi," ujar Fitri Salhuteru, dikutip dari kanal YouTube KH Infotainment.

"Nggak apa-apa seperti kalian tahu dia orangnya santai-santai banget. Kalau tadi ngobrol sama Niki mengenai informasi dan dimintai keterangan. Bukannya masalah 5 jamnya, bang Fahminya baru datang, Bang Sunan cuma support sebagai teman," lanjutnya.

Anak bungsu Nikita Mirzani, Arkana Mawardi ikut menginap di kantor polisi. Sebab, dirinya tak mau lepas dari Nikita Mirzani.

"Arka masih didalam (sama Nikita Mirzani). Rencana pulang nggak tahu, karena ngantuk mau pulang," paparnya.

Fitri mengungkapkan bintang film Comic 8 ini tak lagi mampu menggambarkan seberapa besar kekecewaanya. Rupanya, Nikita Mirzani sudah tahu akan dijemput paksa. Sebab, polisi sebelumnya sering mendatangi rumahnya berkali-kali.

Penangkapan Nikita Mirzani (Foto: Instagram/@ramdanalamsyah.id)

"Kalau itu kekecewaannya dari mulut Nikita, udah nggak ada lagi bahasa yang harus dia ucapkan, dengan dia didatangi di rumah berkali-kali juga dia kan sudah tahu," tuturnya.

Maka dari itu, Fitri Salhuteru meminta kepolisian memberikan keadilan untuk sang sahabat. Baginya, masih banyak kasus yang harus diurusi oleh pihak kepolisian ketimbang UU ITE.

"Ya sudah lah, kalau saya lihat permasalahan, ini kan semua ada triggernya, dan kita semua juga tahu sebabnya Nikita begini, sehingga terjadi ITE," tuturnya.

"Saya cuma minta keadilan buat Nikita, kalau misalnya ada pelaporan yang lebih, menurut saya sekedar Undang-undang ITE, ya diperlakukan dengan adil lah," lanjutnya.