Bob Dylan, Penyanyi Folklor Satu-satunya yang Diganjar Nobel Sastra

Tim Editor

Bob Dylan (Getty Images)

ERA.id - Bob Dylan membuat jagat sastra dunia heboh. Itu tersuluh ketika ia meraih Nobel Sastra pada 2016. Bisa-bisanya, pemusik diganjar nobel sastra!

Warga sastra dunia mungkin meragukan pemberian nobel itu, tetapi Akademi Swedia punya alasan, yaitu Bob Dylan telah membuat ekspresi puisi baru dalam tradisi besar lagu Amerika.

Bagi yang meragukan Bob Dylan, bukankah lagu adalah puisi yang dibunyikan? Keraguan warga sastra dunia terhadap pemberian nobel itu beralasan sebab perjalanan Dylan lebih banyak bertungkus lumus dengan dunia bunyi. 

Akan tetapi, siapa yang meragukan Bob Dylan yang bertengger urutan kedua dalam daftar “Greatest Artists of All Time” di majalah musik Rolling Stone? Masih ada yang meragukannya. Ia semestinya berada di posisi pertama, bukan kedua, kalah satu tingkat di bawah The Beatles. 

 

Bob Dylan di The East Room of the White House, 2010 (Wikimedia Commons)

 

Dari banyak komentar, kenapa Bob Dylan mesti di posisi pertama? Karena, band yang dipimpin John dan Paul itu adalah salah satu band yang terpengaruh atas gaya bermusik Dylan dan rajin mendengar lagu-lagu milik Dylan. 

Sekali lagi, penghargaan dari hierarki tertinggi dalam sastra dunia dan dari majalah musik besar itu adalah hasil dedikasi dan perjuangan Bob Dylan dalam bermusik yang sangat panjang serta mengagumkan.

Bob Dylan ialah musisi mulltidimensional, penyanyi, penulis lagu, sastrawan, dan disjoki. Ia punya pengaruh besar terhadap pemusik setelahnya. Orang-orang terpengaruh untuk mengikuti jejaknya. 

Kepengaruhan Bob Dylan sudah terlihat di album keduanya, The Freewheelin’ Bob Dylan, yang saat itu ia sedang berulang tahun ke-22. Bahkan, ia berhasil memprovokasi kehadiran beberapa genre dalam musik pop, termasuk folk rock dan country rock

Tidak butuh waktu lama bagi Bob Dylan untuk menjadi bintang. Ia masih anak-anak ketika belajar main gitar dan harmonika. Di saat duduk di bangku sekolah menengah atas, ia bersama teman-temannya membentuk band rock & roll yang disebut The Golden Chord.

Tahun 1959, Bob Dylan belajar seni di Universitas Minnesota di Minneapolis, Amerika Serikat. Saat kuliah itulah, ia kerap tampil menyanyikan lagu-lagu folklor atau lagu rakyat di kedai kopi.

Di awal-awal tampilannya itu ia memakai nama Bob Dylan. Nama belakangnya ia ambil dari nama penyair dan novelis Wales, Dylan Marlais Thomas. Sastrawan kebanggaannya.

Mungkin dari puisi-puisi karya Thomas itulah lahir syair-syair lagu yang dikenang, seperti lagu “World Gone Wrong” dalam album World Gone Wrong (1993) yang diganjar penghargaan Grammy Awards untuk kategori The Best Traditional Folk Album. 

Seperti dilansir di Majalah Tempo, (27/6/1987), Joan Baez, penyanyi folklor dan pejuang hak sipil, berkomentar perihal Bob Dylan seperti ini, “Dia itu saudara lelaki mistikku, saudara kembar ketcmu di jalan. Kami dipertemukan oleh waktu dan lingkungan.”

Sosok yang memiliki nama lahir Robert Allen Zimmerman ini lahir pada 24 Mei 1941. Tepat hari ini. Ya, ia sedang berulang tahun.

 

Joan Baez dan Bob Dylan (Wikimedia Commons)

 

Tag: Bob Dylan nobel sastra nobel sastra 2016

Bagikan: