Evaluasi Pelaksanaan Ibadah Haji, Ganjar Ungkap Ada Penambahan Kuota dan Pembukaan Asrama Baru

| 01 Aug 2022 20:12
Ganjar Pranowo (Amalia P/ ERA)

ERA.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan akan ada kemungkinan untuk peningkatan kuota haji. Untuk itu perlu ada penambahan asrama haji baru untuk menampung persiapan pemberangkatan haji di Jawa Tengah.

Hal ini disampaikan Ganjar saat melakukan evaluasi pelaksanaan haji bersama Komisi VIII DPR RI di Balai Kota Solo, Senin (1/8/2022). Untuk peningkatan asrama haji ini beberapa tempat menjadi pertimbangan. Sebab asrama haji ini diperlukan bagi calon jamaah haji sebelum mereka berangkat.

"Misalnya ada simulasi bagaimana naik pesawat, bagaimana membuka kunci hotel, bagaimana menghidupkan keran panas hotel. Meski sepele, ternyata simulasi ini penting, tidak semua orang tahu," ucapnya saat ditemui usai rapat.

Menurutnya penambahan asrama haji ini diperlukan untuk wilayah Jawa Tengah. Apalagi di wilayah Jawa Tengah sisi utara akan ideal jika ditambah dengan satu asrama haji.

"Rasanya perlu dibuat satu lagi di wilayah pantura. Sebenarnya yang paling bagus itu di sekitar Semarang Raya, apakah nanti di Semarang, Demak, atau Kendal. Sekarang coba kita carikan,” katanya.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah Musta’in Ahmad mengatakan wacana penambahan asrama haji yang baru yakni merujuk pada visi Arab Saudi di tahun 2030 mendatang yang mencanangkan 5 juta jamaah haji.

"Kalau pemerintah Arab Saudi konsisten dan sudah ada perbaikan infrastruktur di sana, kita dan semua negara harus mengantisipasinya," katanya.

Tahun ini Jawa Tengah memberangkatkan sebanyak 13 ribu jamaah haji karena kuota dari Arab Saudi mematok 1 juta jamaah haji. Sementara Kuota Indonesia tahun ini sebanyak 150.250 ribu orang.

"Jumlah ini kemudian dibagi-bagikan dan Jawa Tengah dapat 13 ribu itu," katanya.

Namun jika Arab Saudi merealisasikan 5 juta jamaah haji, maka kuota Indonesia juga bertambah. Saat ini dalam sehari Asrama Haji Donohudan bisa menampung 5 kelompok terbang (kloter) jamaah haji dengan asumsi sekali terbang 360 orang.

"Kalau jumlah kuota Arab Saudi bertambah, maka kami butuh tempat lagi untuk menampung 5 kloter lagi," katanya.

Terkait dengan penambahan ini, Musta’in belum bisa memastikan apakah akan menambah gedung baru di Asrama Haji Donohudan atau membuat asrama haji baru. "Asumsinya kalau membuat gedung asrama haji baru, bisa memanfaatkan yang di dekan Bandara Ahmad Yani. Sehingga kami mempertimbangkan daerah-daerah yang ada di dekat Ahmad Yani, apakah Semarang, Kendal atau Demak," katanya.

Rekomendasi