Kekeringan Akibat Cuaca Ekstrem, Pemerintah Aktifkan Posko Penanganan Darurat Bencana di Lanny Jaya

Tim Editor

Lanny Jaya (Dok. Antara)

ERA.id - Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Pemerintah Provinsi Papua, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengaktifkan pos komando (posko) penanganan darurat bencana alam di bagian wilayah Lanny Jaya yang terdampak kekeringan dan kondisi cuaca ekstrem.

Menurut siaran pers BNPB di Jakarta, Jumat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB pada Rabu (3/8) telah berada di Distrik Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, untuk melakukan asesmen dampak bencana alam serta mendampingi pengoperasian posko.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, TRC BNPB berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD mempersiapkan posko di Bandar Udara Tiom supaya operasi tanggap darurat dapat dilaksanakan secara terencana.


"Tantangan yang dihadapi dalam operasi tanggap darurat di wilayah Lanny Jaya antara lain akses lokasi, komunikasi, dan stok pangan," katanya dikutip dari Antara, Jumat (5/8/2022).

Ia menjelaskan, daerah yang terdampak bencana alam berada sekitar 40 km dari Tiom dan hanya 20 km pertama bagian jalan menuju ke sana yang dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Sisanya hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan pesawat kecil dari Wamena. Selain itu, faktor cuaca dan keamanan bisa memperburuk kondisi.

Abdul mengatakan bahwa jaringan komunikasi di wilayah Tiom juga terbatas, demikian juga di kota terdekat, Wamena.

Masalah lainnya, ia melanjutkan, stok beras yang ada di gudang depo logistik terbatas sehingga rencana penggunaan cadangan beras pemerintah belum dapat terealisasi.

"Berdasarkan perhitungan untuk operasi selama tiga bulan masih dibutuhkan beras sebanyak 53,4 ton," katanya.
​​​​​​​
Kondisi cuaca ekstrem sejak Juni 2022 melanda sebagian wilayah Kabupaten Lanny Jaya, yang diawali dengan fenomena embun beku dan hujan es.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua menginformasikan kondisi tersebut menyebabkan gagal panen, yang selanjutnya diperburuk dengan kekeringan.

Menurut BNPB, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya telah menetapkan status tanggap darurat dari 24 Juli hingga 30 Agustus 2022 dan membentuk Posko Penanganan Darurat Bencana Alam Embun Beku dan Hujan Es.

Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya memperkirakan kondisi cuaca ekstrem dapat berlangsung selama lima bulan berdasarkan fenomena serupa yang terjadi pada 2016.

Fenomena cuaca ekstrem tersebut dilaporkan berdampak pada Distrik Kuyawage, yang meliputi Kampung Luarem, Jugu Nomba, Uwome, dan Tumbubur.

BPBD Provinsi Papua mengidentifikasi sebanyak 548 keluarga yang terdiri atas 2.740 jiwa berpotensi terdampak kekeringan di wilayah tersebut dan 56 hektare lahan perkebunan di wilayah itu bisa rusak akibat cuaca ekstrem.

Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya sudah mengirimkan bantuan pangan dan tim kesehatan ke daerah terdampak cuaca ekstrem serta menyalurkan bantuan bahan pangan pokok, makanan siap saji, sandang, dan selimut kepada warga yang terdampak bencana.


 

Tag: lanny jaya papua kekeringan cuaca ekstrem

Bagikan: