Cegat Mobil Pembawa Bantuan, Warga Korban Gempa Cianjur Ditangkap dan Minta Sikapnya Tak Dicontoh

| 24 Nov 2022 08:36
Reruntuhan bangunan rumah milik warga yang terdampak gempa 5,6 magnitudo di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (Ilham Apriyanto/ERA.id)

ERA.id - Sejumlah warga penyintas gempa 5,6 magnitudo di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meminta bantuan di jalanan karena kesulitan dan mencegat mobil pembawa logistik.
 
Terpantau pada Rabu (23/11/2022), saat mobil hendak mengantarkan bantuan logistik ke Desa Sarampad, mobil langsung diberhentikan di Desa Padaluyu, Kecamatan Cugenang.

Relawan yang mengabadikan video itu, langsung mengimbau agar siapa saja yang membawa bantuan, sebaiknya berhati-hati.

Bagaimana tidak, akibat aksi pelaku, relawan yang ingin membawa bantuannya ke Desa Sarampad, mesti mundur dan berputar hingga makan waktu 5 jam untuk sampai ke tujuannya.

Untungnya, setelah informasi ini viral, para pelaku yang mencegat mobil relawan pengantar logistik, langsung diamankan dan dimintai keterangannya.

Akhirnya, tiga pelaku mengaku salah karena mencegat mobil pengangkut logistik. Adapun nama mereka yakni Mery Permana, Rosandi, dan Andi.

"Kami minta maaf kepada semua masyarakat Cianjur. Kami akui salah dan takkan mengulangi perbuatan tersebut. Kami imbau untuk masyarakat Cianjur yang terdampak gempa, jangan ikuti kami."
 
Di lain tempat, truk tim Polres Garut yang hendak mengantarkan bantuan logistik ke Kampung Babakan Renyom, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, juga dihalang sejumlah pemuda maupun warga.
 
Mereka meminta makanan pun minuman, termasuk tenda dan terpal untuk warga yang mengungsi di beberapa titik.
 
Sepanjang perjalanan menuju Kampung Babakan Renyom dari Jalan Raya Nagrak, lebih dari lima kali truk didatangi warga, baik itu pemuda maupun orang dewasa.

Bahkan ada beberapa warga yang mengungsi di pinggir jalan menuju Kampung Babakan, menanyakan ke mana bantuan tersebut disalurkan, karena mereka kekurangan bahan makanan.

Rekomendasi