Siswa Juara Piala Wali Kota Tangerang Gagal Masuk PPDB Jalur Prestasi di Sekolah Impian

| 13 Jul 2023 21:44
Siswa Juara Piala Wali Kota Tangerang Gagal Masuk PPDB Jalur Prestasi di Sekolah Impian
Ilustrasi PPDB (Antara)

ERA.id - RD pelajar lulusan SMP Negeri 17 Kota Tangerang, Banten harus mengelus dada usai kepemilikan sertifikat dan piagam keberhasilannya menjadi Juara 2 Piala Wali Kota Tangerang sia-sia sudah, lantaran tidak mampu mengantarkannya mendapat SMAN yang diimpikan.

Dirinya tidak diterima masuk di SMAN 7 Tangerang saat mendaftar PPDB lewat jalur prestasi non akademik yang padahal harusnya bisa ia terima.

"PPDB kemarin saya daftar lewat jalur prestasi non akademik, karena saya punya sertifikat Juara 2 Piala Wali Kota Tangerang. Tapi meskipun saya bisa juara tingkat kota/kabupaten, tetap tidak bisa lulus SMA Negeri 7 Tangerang yang saya mau," ujarnya saat ditemui, Kamis (13/7/2023).

RD mengakui, dirinya telah mendapat keuntungan 10 poin dengan dilampirkannya sertifikat dan piagam juara 2 Piala Wali Kota tersebut. Poin tersebut diberikan kepada tingkatan-tingkatan skala setiap perlombaan yang diikuti oleh para calon peserta didik.

"Meski saya sudah dapat keuntungan 10 poin karena levelnya kejuaraan kota/kabupaten, tapi tetap juga kalah enggak bisa masuk," katanya.

RD menuturkan, dirinya sengaja menempuh jalur prestasi lantaran kebanggaannya memiliki sertifikat dan piagam tersebut. Selain itu, kata RD, dirinya pun tidak mungkin menggunakan jalur lain seperti zonasi, lantaran tempat tinggalnya terlalu jauh dengan jarak SMAN paling terdekat.

"Saya tinggal di kawasan Cimone, kalau untuk sesuai dengan persyaratan jalur zonasi, saya tidak masuk. Makanya saya lewat jalur prestasi, tapi ternyata enggak lulus," katanya.

RS menambahkan, jika saat ini dirinya pasrah apabila tidak dapat diterima untuk melanjutkan pendidikan tingkat SMA negeri yang diimpikan. Saat ini, lanjutnya, dirinya menyerahkan keputusan melanjutkan pendidikannya itu kepada orangtua, lantaran enggan membebani dengan biaya sekolah yang mahal.

"Sekarang belum tahu nanti saya sekolah dimana, paling nanti masuk swasta, cuma terserah orangtua saya saja mau dimasukan ke sekolah swasta yang mana. Sebenarnya saya mau sekolah negeri biar enggak membebani orangtua dari segi biaya sekolah," jelasnya.

Rekomendasi