Ganjar Kenakan Busana Adat Dayak Saat Kirab Budaya UGM: Kemarin Saya Baru dari IKN

| 17 Dec 2023 13:26
Ganjar Kenakan Busana Adat Dayak Saat Kirab Budaya UGM: Kemarin Saya Baru dari IKN
Ganjar menggunakan pakaian adat dalam acara kirab budaya di kampus UGM Yogyakarta. (Antara)

ERA.id - Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo kembali menampilkan dukungan pada Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menjadi proyek unggulan Presiden Joko Widodo.

Hal itu terlihat saat ia mengikuti prosesi kirab budaya Nitilaku 2023 Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Minggu (17/12/2023). Ganjar mengenakan busana khas suku adat Dayak dari Kalimantan. 

Kalimantan tepatnya di Kalimantan Timur tengah dibangun IKN oleh pemerintahan Jokowi. Ganjar juga sempat mendatangi IKN beberapa waktu lalu. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk mendekatkan diri ke Jokowi setelah selama ini pihak Ganjar-Mahfud MD kerap mengkritik pemerintah Jokowi.

"Ya, ini khas suku Dayak. Saya itu punya banyak pakaian adat, dan harus memilih satu untuk dipakai hari ini. Dan, kemarin saya baru dari sana (Kalimantan)," ujar Ganjar soal pilihan busana tersebut 

Kehadiran Ganjar di acara UGM menjadi pusat perhatian dari para peserta kirab dan warga Yogyakarta. Mereka mengabadikan momen itu dengan berswafoto menggunakan kamera ponselnya. 

Kegiatan bertajuk "Kenduri Kebangsaan" itu berkonsep mengenakan kostum busana adat Nusantara dan pejuang kemerdekaan. Semua peserta mengikuti kirab berjalan kaki dua kilometer dari Boulevard sampai balairung UGM. Acara ini untuk memperingati ulang tahun atau Dies Natalis ke-74 bulan ini.

Di sela kirab, Ganjar mengatakan bahwa kegiatan rutin yang digelar tiap tahun itu memiliki spirit kerakyatan dengan menyatunya keraton, kampus, dan kampung. 

"Nitilaku itu bergabungnya antara kampus, keraton dan kampung. Inilah spirit kerakyatan dari UGM yang selalu bersama masyarakat mengembangkan potensi tentu ini spirit Indonesia," ujar Ketua Alumni UGM (Kagama) non-aktif itu.

Selain itu, kirab budaya Nitilaku dengan kemeriahan busana Nusantara itu menjadi momentum untuk mengingat sejarah. 

"Selalu ingat sejarah, selalu ingat pesan guru-guru kita, bahwa kita pernah belajar di sini. Dan kita tidak pernah lupa sejarah itu agar kita selalu belajar untuk bijaksana," tambah alumni Fakultas Hukum UGM itu.

Rekomendasi