ERA.id - Penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) afirmasi orang asli Papua (OAP), Yunasila Silviane Yobee mengatakan makin banyak anak-anak muda Papua yang menerima beasiswa dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah lewat dana otonomi khusus bidang pendidikan.
Menurutnya, hal itu menunjukkan tren positif karena mulai ada keterbukaan informasi terkait kesempatan meraih beasiswa bagi anak-anak Papua yang ingin melanjutkan studi, baik di dalam maupun luar negeri.
"Saya apresiasi ya, karena makin banyak orang asli Papua yang mendapat kesempatan melanjutkan studi dengan beasiswa dari pemerintah," kata Yuna dalam diskusi di Jakarta dikutip Rabu (14/10/2026).
Yuna sendiri berasal dari Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. Dia mendapatkan beasiswa LPDP afirmasi orang Papua dan baru saja menyelesaikan studi Strata 2 di Boston University, Amerika Serikat.
Saat ini, Yuna telah mengabdi sebagai aparatur sipil negara di Kementerian Dalam Negeri.
Dia menyebut masalah pendidikan memang harus menjadi perhatian khusus pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Papua. Banyak anak Papua yang ingin melanjutkan studi namun mengalami keterbatasan biaya.
Pihak pemerintah daerah sendiri, sudah memiliki inisiatif untuk menggratiskan pendidikan di sekolah dasar dan sekolah menengah. Bahkan di Papua Tengah, selain beasiswa, juga ada program kepada anak-anak Papua untuk belajar Bahasa Inggris di Bali.
"Ini kita apresiasi. Tapi saya berharap keterbukan infiormasi tentang fasilitas beasiswa Pendidikan untuk anak-anak Papua terus disosialisasikan secara massif supaya jumlah penerima manfaat makin banyak," ungkapnya.
Satu hal yang menjadi concern Yuna, adalah program keberlanjutan dari pemberian beasiswa kepada anak-anak muda Papua. Apalagi yang menerima beasiswa dari dana Otsus Papua bidang pendidikan.
Sebab, tidak sedikit anak muda Papua penerima beasiswa Otsus mengalami dilema setelah menyelesaikan studi. Apalagi tidak semua lulusan penerima beasiswa bisa ditampung sebagai ASN.
"Di satu sisi sudah mendapat kesempatan sekolah tinggi. Tetapi saat kembali ke Papua, mereka mengalami kesulitan mengaplikasikan ilmu karena terkendala biaya untuk usaha," ujarnya.
Para lulusan beasiswa Otsus Papua itu dikatakannya turut menghadapi tuntutan dari keluarga dan masyarakat lingkungannya karena sudah sekolah sampai ke luar daerah dan luar negeri dan menikmati fasilitas Dana Otsus.
Karena itu, dia mengusulkan agar Pemda juga mulai memikirkan program keberlanjutan untuk anak-anak Papua yang sudah menyelesaikan studi pendidikan tinggi.
"Setidaknya memfasilitasi mereka untuk mulai mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh lewat suntikan modal usaha," imbuh Yuna.
Dia optimis pelaksanaan Otsus Papua akan meningkatkan kualitas sumber daya anak muda Papua. Yang penting, pemerintah daerah terus mensosialisasikan beasiswa yang diperuntukkan untuk orang Papua.
Yuna juga mengingatkan program beasiswa tidak hanya diberikan untuk pendidikan formal. Pendidikan informal juga perlu didorong karena dengan memberikan kesempatan anak Papua mengikuti pendidikan informal di luar daerah dan luar negeri, mereka akan terinspirasi karena mengetahui dunia luar yang penuh persaingan.