IFA 2024 Dukung Pengembangan Jenama Fesyen dan Kecantikan Lokal

| 06 Mar 2024 22:10
IFA 2024 Dukung Pengembangan Jenama Fesyen dan Kecantikan Lokal
Peragaan busana dari peserta Indonesia Fashion Aesthetics (IFA) dalam acara "A Reflection" di Jakarta (Dok. IFA 2024)

ERA.id - Indonesia Fashion Aesthetics (IFA) menggelar "A Reflection" sebagai bagian dari upayanya mendukung pengembangan jenama fesyen dan kecantikan lokal di Intercontinental Hotel Jakarta pada 4 Maret 2024. 

Sebelumnya, IFA terbentuk atas prakarsa para pendirinya, yakni Okky Asokawati, Itang Yunasz, Marini Zumarnis, Drg. Devya Linda, Rya Baraba, Dian Komalasari, Elma Theana, dan Ayu Dyah Andari.

Perhelatan ini ditargetkan dapat mengarahkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di bidang fesyen dan kecantikan yang memiliki produk potensial untuk meningkatkan penjualan dan menjaga eksistensi usaha serta kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Melalui ini, kami berharap dapat meningkatkan gairah para pelaku UMKM di industri fesyen dan kecantikan yang mempunyai pangsa pasar signifikan serta potensi sangat besar untuk menjadi produk ekspor yang berkualitas, sehingga berdampak positif pada pemanfaatan produk lokal sebagai bahan utama dan sekaligus pada devisa negara,” jelas Drg. Devya Linda SpBM, FISID, Ketua Umum IFA 2024 dalam keterangannya. 

Demi mendukung UMKM di bidang fesyen dan kecantikan serta membuka dan memperluas pasar, IFA menggelar fashion show dengan panggung runaway yang megah dan mewah serta permainan lighting dan dekorasi yang epic. 

Fashion show dilengkapi dengan pameran ambience yang minimalis dan elegan. Fashion show tersebut menampilkan rangkaian karya dari 22 desainer dan jenaa fesyen kenamaan Indonesia dan terbagi menjadi dua sesi. 

Pada sesi pertama menghadirkan koleksi dari Itang Yunasz, Mayra Indonesia, Rya Baraba, Nabila, Gita Orlin, Kaloka, Mazu Label, Saffana, Klasik Klamben, L by Laudya Cynthia Bella, Si.Se.Sa, Buttonscarves. 

Sedangkan di sesi kedua menampilkan rangkaian karya dari Ayu Dyah Andari, Wiwiek Hatta, Viena Official x Treasure Jewelry, Angelina, ZETA Prive, Nats Wear, Ellaya, Lia Soraya, Donna Prive, dan Ivan Gunawan Prive.

IFA Award 2024

Salah satu peserta di IFA 2024
Salah satu peserta di IFA 2024 (dok. IFA 2024

Gelaran acara IFA juga bertujuan untuk memberikan apresiasi “IFA AWARD 2024” atas kinerja desainer fesyen, pengusaha bidang mode, praktisi bidang ekonomi kreatif, industri kecantikan, dan kesehatan sebagai penggerak ekonomi di Tanah Air. 

Penganugerahan “IFA AWARD 2024” terbagi menjadi 10 kategori yang diberikan kepada:

  • Dr. Purbaya Yudhi Sadewa Ph.D. sebagai Lembaga Pemerhati UMKM
  • DR. Ary Zulfikar, SH., MH. sebagai Pemerhati UMKM
  • DR. Dewi Tenty Septi Artiany, SH., MKn., MH. sebagai Pemerhati Koperasi dan UMKM
  • Itang Yunasz sebagai The Legend of Fashion Designer
  • Dra. Hj. Okky Asokawati, M.Psi. sebagai Indonesian Fashion Icon
  • Ivan Gunawan sebagai Mega Bintang Fashion Designer
  • Linda Anggrea sebagai The Inspiring Fashionpreneur
  • dr. Attaubah Mufid & dr. Reza Gladys, Dipl. AAAM sebagai The Couple Preneur Aesthetic
  • dr. Maya Safriana Lubis, Mbiomed (AAM) sebagai Expert Aesthetic Doctor, AIFO-K
  • Dr. (HC) Dra. Hj. Nurhayati Subakat, Apt. sebagai The Inspiring of Aesthetics Womenpreneur Indonesia.

Pemberian penghargaan itu diharapkan dapat menjadi tolak ukur pencapaian pelaku industri terkait wawasan intelektual dan integrasi moral, kompetensi yang dimiliki, serta kontribusi nyata yang dilakukan, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya. 

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kebanggaannya atas partisipasi LPS pada debut event IFA 2024. 

”Seperti diketahui, sumber bahan baku di Indonesia sangat banyak dan beragam. Melalui ajang ini, LPS berharap industri fesyen dan kecantikan dapat menyerap potensi tersebut serta bisa menciptakan lapangan kerja baru. Pada akhirnya, semua ini dapat membantu pemerintah membangun perekonomian," ungkap Purbaya.

Sejalan dengan kegiatan ini, LPS melalui program LPS Peduli Bakti Bagi Negeri, juga memiliki rangkaian program pembinaan UMKM di bidang fesyen. 

Program pembinaan tersebut berbasis di kota Sukabumi, dimana LPS utamanya memberikan dukungan berupa teknologi desain berbasis algoritma untuk membantu pengrajin batik membuat desain dengan lebih mudah dan beragam.

Tak luput pula, IFA yang memiliki kepedulian sosial, menghadirkan kegiatan charity atau amal sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Rekomendasi