Mengenal Skoliosis, Kelainan Tulang yang Diidap Jessica Mila

Tim Editor

Jessica Mila (Foto: Instagram/@jscmila)

ERA.id - Jessica Mila mengumumkan bahwa dirinya mengidap kelainan tulang belakang atau yang disebut skoliosis. Mantan kekasih Mischa Candrawinata ini mengaku tulang punggungnya mengalami pembengkokan atau lengkungan menyerupai huruf C atau S.

Pemain film Imperfect telah mengidap skoliosis sejak masih duduk di bangku SMP. Saat awal mengidap skoliosis, ia merasa gejala yang timbul adalah badannya terasa pegal-pegal.

Bahkan, Jessica Mila memiliki baju khusus untuk mengobati skoliosisnya. Perempuan kelahiran Aceh ini juga mengungkapkan membutuhkan baju khusus yang dipakai selama 22 jam sehari.

“Ada bajunya gitu, yang bisa bantu untuk ngelurusin. Tapi bajunya itu, brace-nya itu harus dipakai, kalau enggak salah 22 jam setiap hari,” ujar Jessica Mila yang dikutip lewat kanal YouTube Ambo News pada Jumat, 14 Agustus 2020.

Lantas apa itu Skoliosis? 

Dilansir dari Alodokter pada Jumat (14/8/2020), Skoliosis adalah kondisi di mana tulang belakang melengkung, seperti huruf C atau S. Skoliosis lebih sering ditemukan pada anak-anak sebelum masa pubertas, yaitu sekitar usia 10-15 tahun.

Skoliosis yang terjadi biasanya ringan. Tapi, bisa berkembang jadi lebih parah seiring bertambahnya usia, khususnya pada wanita. Bila skoliosis menjadi parah, bisa menyebabkan penderitanya mengalami gangguan jantung, paru-paru, atau kelemahan pada tungkai.

Gejala skoliosis juga bisa berbeda, sesuai tingkat keparahan kondisinya. Pada umumnya gejala yang timbul antara lain:

- Tubuh penderita skoliosis condong ke satu sisi

- Salah satu bahu lebih tinggi

- Salah satu tulang belikat tampak lebih menonjol

- Tinggi pinggang tidak rata

Lengkungan yang parah akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada punggung. Tulang belakang dapat berputar sehingga lengkungan bertambah parah dan salah satu tulang iga tampak menonjol dibanding sisi lainnya. Ketika kondisinya makin parah, skoliosis dapat menyebabkan gangguan pernapasan.

Sementara itu, sebagian besar kasus skoliosis tidak ditemukan penyebabnya (idiopatik). Namun, terdapat beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya skoliosis, yakni:

- Cedera tulang belakang.

- Infeksi tulang belakang.

- Bantalan dan sendi tulang belakang yang mulai aus akibat usia (skoliosis degeneratif).

- Bawaan lahir (skoliosis kongenital).

- Gangguan saraf dan otot (skoliosis neuromuskular), misalnya penyakit distrofi otot atau cerebral palsy.

Saat melihat tulang belakang melengkung, meski hanya sedikit, segera periksakan ke dokter. Tujuannya adalah agar skoliosis dapat terdeteksi sejak dini dan ditangani. Sebab jika tidak, skoliosis bisa bertambah buruk secara perlahan dan tanpa nyeri, hingga akhirnya menimbulkan komplikasi yang dapat bersifat permanen.

Tag: jessica milla Skoliosis,

Bagikan:


REKOMENDASI