IDF Perintahkan Warga Gaza Mengungsi, Invasi Besar di Rafah Terjadi?

| 06 May 2024 15:30
IDF Perintahkan Warga Gaza Mengungsi, Invasi Besar di Rafah Terjadi?
IDF perintahkan warga Gaza mengungsi dari Rafah (X/IDF)

ERA.id - Pasukan militer Israel (IDF) meminta warga Gaza yang tinggal di Rafah timur untuk menuju ke wilayah kemanusiaan yang diperluas di Palestina. Permintaan ini dikeluarkan menjelang operasi militer yang diperkirakan akan dilakukan di kota Gaza Selatan.

Pengumuman tersebut mempersulit upaya terakhir mediator internasional, termasuk direktur CIA, untuk menengahi gencatan senjata. Hamas dan Qatar, mediator utama, telah memperingatkan bahwa invasi ke Rafah dapat menggagalkan perundingan.

"IDF (militer) mendorong penduduk Rafah timur untuk maju menuju perluasan wilayah kemanusiaan," kata IDF dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP, Senin (6/5/2024).

Israel menggambarkan Rafah sebagai benteng terakhir Hamas setelah tujuh bulan perang, dan para pemimpinnya berulang kali mengatakan mereka perlu melakukan invasi darat untuk mengalahkan kelompok militan Islam tersebut.

Juru bicara militer Nadav Shoshani mengatakan sekitar 100.000 orang diperintahkan untuk pindah ke zona kemanusiaan terdekat. Nadav menegaskan IDF sedang mempersiapkan 'operasi terbatas' dan tidak akan memberi bocoran apakah invasi akan dilakukan ke wilayah lebih luas.

“IDF telah memperluas wilayah kemanusiaan di Al Mawasi untuk mengakomodasi peningkatan jumlah bantuan yang mengalir ke Gaza,” kata Nadav.

“Pagi ini kami memulai operasi terbatas untuk mengevakuasi sementara warga di bagian timur Rafah. Ini adalah operasi dengan cakupan terbatas," sambungnya.

Tindakan ini dilakukan sehari setelah militan Hamas melancarkan serangan roket mematikan dari daerah tersebut yang menewaskan tiga tentara Israel.

Nadav mengatakan Israel menerbitkan peta daerah evakuasi, dan perintah dikeluarkan melalui selebaran yang dijatuhkan dari langit, pesan teks, dan siaran radio. Dia mengatakan Israel telah memperluas bantuan kemanusiaan ke Muwasi, termasuk rumah sakit lapangan, tenda, makanan dan air.

Rencana Israel untuk menyerang Rafah telah menimbulkan kekhawatiran global karena potensi kerugian bagi lebih dari satu juta warga sipil Palestina yang berlindung di sana.

Amerika Serikat sebelumnya juga menolak memberi dukungan kepada Israel untuk rencana serangan di Rafah. Namun Rafah telah berulang kali dibom dari udara dan warga Palestina sering mengatakan bahwa tidak ada wilayah Gaza yang aman.

"Pasukan akan terus mengejar militan Hamas di mana pun di Gaza sampai semua sandera yang mereka sandera kembali ke rumah," demikian pernyataan itu.

Amerika Serikat sebelumnya menentang rencana Israel untuk melakukan invasi di wilayah Rafah. Pihaknya menegaskan tidak akan memberikan dukungan apa pun atas tindakan yang terjadi.

Rekomendasi