India Tolak Dikaitkan dengan Varian Covid-19, Terutama di Media Sosial

| 24 May 2021 14:33
India Tolak Dikaitkan dengan Varian Covid-19, Terutama di Media Sosial
Ilustrasi konsep virus SARS-CoV-2. (Foto: Fusion Medical Animation/Unsplash)

ERA.id - Pemerinta India telah mengirim peringatan ke platform media sosial, meminta sejumlah perusahaan menghapus konten yang menyebutkan 'varian Indian' dari virus Covid-19, lapor kantor berita Reuters, dilansir Senin,(24/5/2021).

Surat peringatan dari Menteri Elektronik dan Teknologi Informasi India itu tidak dipublikasikan, namun, dikirim ke sejumlah kantor berita pada Jumat.

Belum dikethaui media sosial mana yang mendapat surat tersebut. Namun, baru-baru ini pemerintah India telah meminta Twitter menghapus sejumlah cuitan, juga meminta Facebook serta Instagram untuk menghapus sejumlah postingan yang kritis terhadap penanganan pandemi oleh pemerintah setempat.

"Tidak ada varian Covid-19 dengan nama seperti itu menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO tidak pernah menghubungkan istilah 'varian India' dengan varian B.1.617 dalam laporan-laporan mereka," tulis surat tersebut.

Pemerintah India menyebut istilah 'varian India' adalah "jelas-jelas SALAH".

Sebuah varian Covid-19 baru yang pertama kali terdeteksi di India, dengan nama B.1.617, sejak tahun lalu dipercaya telah menyebabkan gelombang infeksi corona di wilayah Asia Selatan. WHO telah menyatakan varian ini sebagai varian yang dikhawatirkan karena terbukti lebih menular daripada varian lainnya.

WHO, para peneliti,  dan organisasi kesehatan sebenarnya juga mengkritisi praktek penamaan varian baru berdasarkan wilayah geografis. Hal ini dianggap menimbulkan stigma dan tidak akurat. Panduan penamaan oleh WHO, dirilis tahun 2015, pun tidak menyarankan penamaan penyakit berdasarkan nama daerah, nama orang, atau nama spesies hewan.

Berdasarkan laporan National Geographic, WHO kini tengah bekerjasama dengan pakar virologi untuk menemukan cara baru menamai suatu virus.

Rekomendasi