ERA.id - Dalam dinamika pengelolaan perusahaan modern, khususnya di sektor badan usaha milik negara (BUMN), keberhasilan organisasi tidak lagi semata-mata ditentukan oleh aset fisik atau kapasitas produksi. Faktor sumber daya manusia, budaya kerja, serta keterlibatan pemangku kepentingan internal dan eksternal kini menjadi elemen krusial dalam menjaga keberlanjutan dan daya saing perusahaan.
PT Perkebunan Nusantara XIV (PTPN XIV) sebagai salah satu entitas strategis di industri perkebunan nasional, terus melakukan berbagai upaya pembenahan tata kelola. Dua aspek yang mendapat perhatian serius adalah penguatan mekanisme umpan balik (feedback) serta pengelolaan kinerja sumber daya manusia secara terukur dan transparan.
Pentingnya Umpan Balik dalam Organisasi Modern
Umpan balik telah lama diakui sebagai instrumen penting dalam meningkatkan kualitas layanan, proses kerja, dan kepuasan pemangku kepentingan. Dalam konteks BUMN, sistem umpan balik bukan hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai alat evaluasi kebijakan dan kinerja organisasi secara menyeluruh.
PTPN XIV memandang bahwa suara pegawai, mitra kerja, maupun pemangku kepentingan lainnya perlu dikelola secara sistematis. Masukan yang terstruktur dan terdokumentasi dengan baik memungkinkan perusahaan mengidentifikasi area perbaikan, mengukur tingkat kepuasan, serta merumuskan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan nyata di lapangan.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, pendekatan konvensional dalam pengumpulan survei dan keluhan mulai ditinggalkan. Sistem digital dipilih karena menawarkan efisiensi, akurasi data, serta kemudahan akses bagi seluruh pihak yang terlibat.
Digitalisasi Survei dan Kanal Umpan Balik
Sebagai bagian dari transformasi digital, PTPN XIV mengembangkan portal khusus yang berfungsi sebagai kanal resmi pengumpulan survei dan umpan balik. Melalui platform https://survey.ptpnxiv.com/, perusahaan menyediakan ruang partisipatif yang memungkinkan responden menyampaikan pandangan, penilaian, maupun saran secara langsung dan terdokumentasi.
Portal ini dirancang untuk mendukung berbagai jenis survei, mulai dari survei kepuasan internal, evaluasi layanan, hingga pengukuran persepsi terhadap kebijakan tertentu. Dengan sistem yang terpusat, data yang masuk dapat diolah secara lebih sistematis dan dianalisis untuk kepentingan pengambilan keputusan strategis.
Keberadaan portal survei digital juga mencerminkan komitmen PTPN XIV terhadap prinsip transparansi dan keterbukaan. Setiap masukan diperlakukan sebagai data berharga yang berpotensi mendorong perbaikan berkelanjutan dalam organisasi.
Membangun Budaya Partisipatif
Lebih dari sekadar alat teknis, sistem survei dan umpan balik berperan dalam membangun budaya partisipatif di lingkungan perusahaan. Ketika pegawai dan pemangku kepentingan merasa suaranya didengar, tingkat kepercayaan terhadap manajemen akan meningkat.
Budaya partisipatif ini penting dalam organisasi besar seperti PTPN XIV yang memiliki unit kerja tersebar di berbagai wilayah. Melalui kanal digital, jarak geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi komunikasi dua arah antara manajemen dan pelaksana di lapangan.
Partisipasi aktif juga mendorong rasa memiliki (sense of belonging) terhadap perusahaan. Pegawai tidak hanya diposisikan sebagai pelaksana tugas, tetapi juga sebagai kontributor ide dan solusi bagi kemajuan organisasi.
Manajemen Kinerja Sumber Daya Manusia
Selain pengelolaan umpan balik, aspek lain yang tak kalah penting adalah manajemen kinerja sumber daya manusia. Dalam era kompetisi dan tuntutan efisiensi yang tinggi, perusahaan dituntut memiliki sistem pengukuran kinerja yang objektif, terukur, dan berkelanjutan.
PTPN XIV menyadari bahwa pengelolaan kinerja tidak dapat dilakukan secara manual dan terfragmentasi. Data kinerja yang tersebar di berbagai unit berpotensi menimbulkan inkonsistensi dan menyulitkan proses evaluasi secara menyeluruh.
Oleh karena itu, perusahaan mengembangkan Sistem Informasi Sumber Daya dan Kinerja yang terintegrasi untuk mendukung pengelolaan SDM secara profesional dan berbasis data.
Sistem Informasi Kinerja Terintegrasi
Melalui platform https://siska.ptpnxiv.com/, PTPN XIV mengelola data sumber daya manusia dan kinerja secara terpusat. Sistem ini mencakup berbagai aspek, mulai dari profil pegawai, penilaian kinerja, hingga pemantauan capaian target kerja secara periodik.
Dengan sistem terintegrasi, proses evaluasi kinerja menjadi lebih objektif karena didasarkan pada indikator yang terukur dan terdokumentasi. Manajemen dapat memantau capaian individu maupun unit kerja secara real-time, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi pegawai.
Selain itu, sistem ini juga mendukung prinsip keadilan dan transparansi dalam pengelolaan SDM. Pegawai dapat memahami parameter penilaian kinerja yang digunakan, sehingga tercipta keselarasan antara ekspektasi organisasi dan kontribusi individu.
Korelasi Umpan Balik dan Kinerja
Menariknya, sistem survei dan manajemen kinerja tidak berdiri sendiri. Keduanya saling melengkapi dalam menciptakan siklus perbaikan berkelanjutan. Umpan balik yang diperoleh melalui survei dapat menjadi bahan evaluasi kebijakan SDM, sementara data kinerja memberikan konteks yang lebih objektif terhadap masukan yang diterima.
Sebagai contoh, hasil survei kepuasan internal dapat dikaitkan dengan data kinerja unit tertentu untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengambil langkah yang lebih tepat sasaran, baik dalam bentuk pelatihan, perbaikan sistem kerja, maupun penyesuaian kebijakan manajerial.
Menuju Tata Kelola SDM yang Profesional
Digitalisasi sistem survei dan manajemen kinerja menunjukkan langkah PTPN XIV menuju tata kelola sumber daya manusia yang lebih profesional. Pendekatan berbasis data membantu perusahaan mengurangi subjektivitas dalam pengambilan keputusan, sekaligus meningkatkan akuntabilitas di seluruh lini organisasi.
Dalam jangka panjang, sistem ini diharapkan mampu mendukung pengembangan talenta internal, menciptakan lingkungan kerja yang sehat, serta meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Hal ini sejalan dengan tuntutan reformasi BUMN yang menekankan profesionalisme, transparansi, dan kinerja berkelanjutan.
Tantangan dan Keberlanjutan Transformasi
Meski menawarkan banyak manfaat, implementasi sistem digital juga menghadirkan tantangan tersendiri. Adaptasi pengguna, konsistensi pengisian data, serta keamanan informasi menjadi aspek yang perlu terus diperhatikan.
PTPN XIV dituntut untuk tidak hanya membangun sistem, tetapi juga memastikan pemanfaatannya berjalan optimal melalui sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi berkala. Transformasi digital harus dipahami sebagai proses jangka panjang yang memerlukan komitmen berkelanjutan dari seluruh elemen organisasi.
Langkah PTPN XIV dalam mengembangkan portal survei dan sistem informasi kinerja mencerminkan keseriusan perusahaan dalam membangun organisasi yang partisipatif dan berbasis data. Umpan balik yang dikelola secara sistematis serta manajemen kinerja yang transparan menjadi fondasi penting dalam memperkuat tata kelola perusahaan.
Di tengah tuntutan efisiensi dan akuntabilitas publik, pendekatan ini memberikan nilai tambah strategis bagi PTPN XIV. Dengan memadukan teknologi, budaya partisipatif, dan profesionalisme SDM, perusahaan berada pada jalur yang tepat untuk menghadapi tantangan industri perkebunan di masa depan secara lebih adaptif dan berkelanjutan.