ERA.id - Apéritif Restaurant di Ubud, menampilkan sisi lain dari fine dining yang tidak selalu terlihat dari meja makan: kebun organik dan pengolahan bahan berbasis tanaman. Dalam beberapa unggahan kanal resminya, Apéritif Restaurant menyebut memiliki organic garden dan menampilkan menu bertema Vegetable Garden sebagai salah satu sajian yang menonjolkan sayur dan bahan segar.
Di unggahan yang membahas Vegetable Garden, Apéritif Restaurant menggambarkan sajian tersebut sebagai kombinasi elemen rasa yang mengambil inspirasi gaya kari Indonesia, dipadukan dengan komponen buah dan bahan lain sebagai aksen. Sajian ini diposisikan sebagai pengalaman rasa, bukan sekadar piring sayur biasa.
Selain menampilkan menu, akun resminya juga menyoroti proses di balik layar. Dalam salah satu unggahan, Apéritif Restaurant menyebut bahan dipilih, ditanam, dan dipanen secara langsung, serta menyebut kebun organik sebagai bagian dari upaya mereka menjaga kualitas bahan.
Apéritif Restaurant juga memperkenalkan sosok Wayan sebagai passionate gardener yang menangani kebun organik di lingkungan Viceroy Bali untuk kebutuhan Apéritif Restaurant. Pada unggahan itu, disebut kebun dan greenhouse menghasilkan sayuran organik untuk mendukung operasional dapur.
Pendekatan ini sejalan dengan narasi yang ditampilkan Apéritif Restaurant pada kanal resminya terkait menu berbasis tanaman. Pada laman vegan/vegetarian fine dining, Apéritif Restaurant menuliskan komitmen pada praktik bersantap yang lebih etis dan memperhatikan lingkungan. Mereka juga menyebut penggunaan bahan yang ditanam secara lokal, di samping bahan khusus yang didatangkan dari berbagai tempat untuk menjaga standar rasa dan kesegaran.
Dalam konteks Ubud, isu bahan dan sumber pangan makin sering menjadi perhatian. Ubud punya ekosistem kuliner yang kuat, termasuk restoran yang menonjolkan farm-to-table, bahan lokal, dan pilihan menu plant-based. Di sisi lain, fine dining biasanya tetap membutuhkan konsistensi tinggi. Karena itu, kebun internal dan greenhouse kerap dipakai untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan harian yang bisa berubah karena cuaca atau musim.
Meski begitu, kebun bukan jawaban untuk semua bahan. Kebun internal biasanya efektif untuk herba, sayur tertentu, dan buah musiman. Untuk bahan lain, restoran tetap bergantung pada pemasok. Karena itu, yang paling penting bagi pengunjung adalah memahami bahwa menu bisa berubah mengikuti musim dan ketersediaan bahan, termasuk pada restoran dengan konsep degustation dan menu plant-based.
Apéritif berlokasi di area Viceroy Bali, Petulu, Ubud. Viceroy Bali menyebut Apéritif Restaurant berada di kawasan lembah yang hijau dan berjarak sekitar lima menit dari pusat Ubud, dengan konsep interior bergaya 1920-an serta dipimpin Chef Nic Vanderbeeken.
Bagi calon tamu, ada beberapa hal praktis yang patut diperhatikan jika ingin mencoba pengalaman makan di Apéritif Restaurant, terutama saat memilih menu plant-based. Pertama soal ketentuan busana. Apéritif Restaurant mencantumkan rekomendasi dress code smart to formal dan meminta tamu menghindari pakaian olahraga atau beachwear, termasuk singlet dan flip-flops.
Kedua soal jam layanan. Apéritif Restaurant mencantumkan jam makan siang pukul 12.00–14.00 dengan catatan pemesanan 24 jam sebelumnya. Untuk makan malam, jam layanan tercantum pukul 18.00–20.30. Bar tercantum beroperasi mulai pukul 16.00 hingga larut.
Ketiga soal kebutuhan diet dan alergi. Pada laman yang sama, Apéritif Restaurant menekankan bahwa staf dapat menyesuaikan pengalaman bersantap sesuai preferensi diet, tetapi calon tamu tetap perlu berkomunikasi lebih awal. Untuk kasus alergi, pendekatan paling aman adalah menyampaikan detail sejak sebelum hari kunjungan, karena menu bertahap melibatkan banyak komponen bahan.
Topik kebun organik juga memberi sudut pandang baru bagi pembaca yang selama ini melihat fine dining hanya dari sisi mewah dan presentasi. Dalam praktiknya, kualitas fine dining sering ditentukan justru oleh hal sederhana: bahan segar, kontrol rasa yang konsisten, dan kemampuan dapur menjaga standar untuk setiap course. Kebun internal dapat menjadi salah satu alat untuk menjaga standar itu, terutama untuk sayur dan herba yang sensitif pada umur simpan.
Namun, pembaca juga perlu membedakan antara informasi yang sifatnya tetap dan yang mudah berubah. Informasi seperti dress code dan jam layanan biasanya relatif stabil, meski tetap bisa diperbarui. Sementara detail menu dan komposisi bahan lebih sering berganti, apalagi bila restoran menonjolkan konsep musiman dan eksplorasi rasa.
Dengan menyoroti Vegetable Garden dan aktivitas kebun organik, Apéritif Restaurant memperlihatkan bahwa pengalaman bersantap di Ubud tidak selalu harus bertumpu pada daging atau seafood. Ada ruang bagi menu plant-based yang tetap disajikan dengan pendekatan fine dining yaitu mulai dari pemilihan bahan, proses panen, hingga narasi rasa di atas piring.