Merasa Ada Penyalahgunaan Anggaran, Nikita Mirzani Minta Najwa Shihab Kritik Anies Baswedan: Kelas Kadrun dan Aset Negara Beda

| 19 Sep 2022 10:30
Merasa Ada Penyalahgunaan Anggaran, Nikita Mirzani Minta Najwa Shihab Kritik Anies Baswedan: Kelas Kadrun dan Aset Negara Beda
Nikita Mirzani (Foto: YouTube/TRANS7 OFFICIAL)

ERA.id - Nikita Mirzani makin gencar menyerang jurnalis Najwa Shihab. Janda anak tiga ini bahkan menyeret Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam sindirannya kali ini.

Bintang film Nenek Gayung ini tak suka Najwa Shihab memberikan sindiran pedas terhadap polisi berpangkat hedonisme. Mantan istri Dipo Latief ini tak setuju dengan pernyataan Najwa Shihab.

Menurutnya, masih ada polisi hidupnya susah, bahkan terlilit pinjaman online (pinjol). Ia juga mempertanyakan maksud perempuan disapa Mbak Nana yang tak langsung menyebut oknum polisi.

Diunggahan terbarunya, perempuan kerap disapa Nyai ini memberikan sentilan lagi kepada Najwa Shihab. Nikita Mirzani meminta Najwa Shihab mengkritik kinerja Anies Baswedan.

"Temuan ini sumbernya di dokumen yang sudah direvisi dan terbaru. Yang total anggarannya Rp 89 triliun," kata Ima saat ditemui di ruang kerjanya, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis 7 November 2019," tulisnya, dikutip dari Instagram @nikitamirzanimawardi_172.

Perempuan berusia 36 tahun ini memberikan daftar anggaran kejanggalan yang ditemukan Ima Mahdiah. Nikita juga menyebut ada kejanggalan harta Anies Baswedan.

Nikita Mirzani (Foto: Instagram/@nikitamirzanimawardi_172)
Nikita Mirzani (Foto: Instagram/@nikitamirzanimawardi_172)

"Berikut daftar anggaran janggal temuan Ima Mahdiah: 1. Ballpoint: Rp 633,6 miliar, 2. Tinta printer: Rp 258,3 miliar, 3. Laptop: Rp 217,4 miliar, 4. Komputer PC: Rp 206,7 miliar, 5. Kertas F4: Rp 186,7 miliar

6. Buku guru tematik kelas II: Rp 127,7 miliar, 7. Lem aibon: Rp 126,2 miliar, 8. Meja tulis: Rp 105,3 miliar, 9. Buku folio: Rp 78,7 miliar, 10. Tinta/toner printer: Rp 59,1 miliar," katanya.

"11. Kursi murid: Rp 53,04 miliar, 12. Pasir: Rp 52,1 miliar, 13. Tinta printer laserjet: Rp 43,4 miliar, 14. Thinner: Rp 40,1 miliar

15. Balliner: Rp 37,3 miliar, 16. Helm proyek: Rp 34,2 miliar, 17. Kalkulator: Rp 31,6 miliar, 18. Penghapus cair: Rp 31,6 miliar, 19. Tinta Fujixerox Docuprint 3105 (CT350936): Rp 26,05 miliar, 20. Cat minyak berwarna: Rp 19,7 miliar," lanjutnya.

"21. Cat tembok: Rp 18,9 miliar, 22. Kaca bening: Rp 18,5 miliar, 23. Toner printer: Rp 16,5 miliar, 24. Penjilidan buku registrasi akta catatan sipil: Rp 16,1 miliar, 25. Rotring: Rp 15,6 miliar, 26. Lemari: Rp 10,4 miliar, 27. Air mineral: Rp 10,1 miliar, 1. Kejanggalan 89 Triliun, 2. Belanja utk Formula E senilai 650 Milyar di saat pandemi (pas 2020)," tambahnya.

Nikita Mirzani menyindir Najwa Shihab yang dinilainya tak mengkritik Anies Baswedan karena bukan polisi. Menurutnya, penyalah gunaan anggaran jauh lebih penting ketimbang mengurus polisi.

"Dimana Mata Najwa. Matanya cuma ngurusin polisi pakai baju branded sama jam tangan plus sambo aja menggebu-gebu. Giliran bahas kasus Anies enggak menggebu-gebu.

"Sambo mau digiling kek hukum mati kek bukan urusan mba Najwa. Kasus nya juga lagi dourusin sama kepolisian. Tapi kasus penyalah gunaan anggaran ini lebih penting karena menyangkut uang rakyat Indonesia. Yang Mungkin sebagian uang yang disalah gunakan adalah uang dari netizen yang bayar pajak yang belaiin mba Najwa," lanjutnya

Nikita Mirzani heran dengan Najwa Shihab yang tidak pernah berkoar-koar soal dugaan penyalah gunaan anggaran. Ia juga berpesan bahwa orang pintar berbicara dengan pintar otaknya sangat berbeda.

"Tuh klo mau speak up kasus begini mba Najwa. Yang jelas-jelas ngerugiin negara. Pesan dari saya : Orang pinter sama so pinter itu harus bisa bedain, kalau pinter ngomong agar terlihat pinter gampang," ungkapnya.

Nikita Mirzani merasa seseorang tidak perlu sekolah tinggi untuk jadi berani dan berkata benar. Ia membandingkan dirinya dan Najwa Shihab. Menurutnya, dirinya adalah aset negara dan Najwa kelas kadrun.

"Enggak perlu sekolah tinggi untuk jadi berani dan selalu berkata bener. Tapi untuk di dengar orang emang perlu kelas, kelas kadrun sama kelas aset negara beda. Coba netijen yg pro kebenaran ajarin netijen pembela kadrun deh," tutupnya.

Unggahan itu dibanjiri respon netizen. Mereka langsung menghujat Nikita Mirzani dan membela Najwa Shihab.

"Wkwkwk mba Nana enggak nyindir loh. Katanya enggak pernah mulai duluan. Ini apa woyyy wkwkwk tim mba Najwa," komentar akun @faarriidddddd*********

"Noraaaakkk banget mainnya Nikita wkkk. Tidak setuju dengan pendapat mbak Nana ITS oke. Tapi sebelum ngoceh mendingan tata dulu deh kata-katanya ayng rapi. Jangan keliatan banget jomplangnya wkk. Mbak Nana ini orang intelek enggak akan paham bahasa-bahasa norak. Belajar dulu, tata dulu kata-katanya baru ngoceh," tulis akun @riski_dias****

"Gini nih kalau udah jarang muncul di TV. Mulai senggol-senggol orang hahah enggak ramai enggak dapat cuan." lanjut akun @so.leh****

Rekomendasi