Menikmati Sunset dan Lumba-lumba di Pantai Lovina

Tim Editor

Sunset di Pantai Lovina (Anto/era.id)

Bali, era.id - Pantai Lovina, yang terletak di sudut Utara Bali menyimpan banyak objek destinasi wisata yang menarik. Selain atraksi dari lumba-lumba liar yang berenang-renang bebasnya, pantai ini juga menyimpan pemandangan yang menakjubkan.

Sunset atau matahari terbenam merupakan keindahan yang tak boleh dilewatkan kala berkunjung ke pantai ini. Hal itulah yang menjadi daya tarik wisatawan asing maupun domestik berkunjung ke sini. 

Untuk mencapai pantai ini tidaklah sulit, sebab pantai yang terletak di Desa Anturan, kecamatan Buleleng atau sekitar 9 km sebelah barat kota Singaraja dan menempuh sekitar 3 jam perjalanan dari kota Denpasar.

Waktu yang tepat untuk bisa menikmati sunset sekitar pukul 17.30 wita hingga 18.30 wita. Di waktu-waktu itu menjadi momen menarik kala sang matahari tengah tenggelam dengan indahnya menuju peraduan.

Pendar-pendar kemerahan di langit bak menyibak tirai kegelapan. Tampak jejeran pegunungan di sekeliling Lovina, birunya lautan, garis batas cakrawala, tanda kekaguman kami di sana. 



Jikalau lapar, ada banyak cafe yang menjajikan berbagai kuliner, pun jika mau kalian bisa menikmati kuliner kaki lima yang terdapat disekitar pantai. Pantai Lovina memang jadi destinasi alternatif untuk melewati senja menuju malam di Bali.

Kalau pun, ingin mengincar atraksi lumba-lumba liar kalian tinggal menginap satu malam di sejumlah penginapan yang ada di sana. Pasalnya, untuk melihat lumba-lumba harus pagi-pagi buta, jika tidak akan kehilangan momen melihat lumba-lumba. Sewa untuk satu perahu sekitar Rp125 ribu per orang dan maksimal 4 orang saja dalam perahu karena perahunya tidak terlalu besar. 

Kawanan lumba-lumba liar itu biasa menghabiskan waktunya untuk berenang-renang selama dua jam mulai pukul 06.00 hingga 08.00. Jika sudah terlalu terang, lumba-lumba biasanya akan pergi berenang meninggalkan lepas pantai Lovina. 

Pernah dikatakan, kalau pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang menimbulkan dampak bagi lingkungan. Karena mempersempit ruang gerak lumba-lumba saat mencari makan. Namun ternyata kawanan mamalia laut itu masih berenang-renang dengan bebasnya di lepas Pantai Lovina. 
 


Mengutip Kompas.com, Kepala BKSDA Bali, Budi Kurniawan mengatakan, Pantai Lovina memang menjadi habitat dan jalur imigrasi lumba-lumba, yang kadang dilakukan berkelompok dalam jumlah banyak atau sedikit.

Lumba-lumba ini bergerak dari perairan timur seperti perairan Nusa Tenggara, Sulawesi, dan utara Bali, menuju ke perairan barat seperti Laut Jawa dan Samudera Hindia. Dia mengungkapkan, atraksi lumba-lumba ini bisa terjadi sepanjang tahun. Sebab mereka akan terus kembali dan melewati jalur tersebut jika merasa aman dari gangguan.

Terkait aktivitas pariwista di perairan tersebut, Budi mendorong agar pembahasan dan pengaturan ruang zona perairan wisata dan perairan dilindungi, segera dituntaskan. Sebab, satwa liar seperti lumba-lumba sangat bergantung dengan ketersediaan habitat tanpa ada gangguan.
 

Tag: hut kemerdekaan indonesia listrik indonesia tempat wisata

Bagikan: