Apakah Konsumsi Banyak Gula Sebabkan Diabetes?

Tim Editor

Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Jakarta, era.id - Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi akibat meningkatnya kadar glukosa darah atau gula darah. Gaya hidup dan pola makan berperan penting dalam meningkatkan risiko diabetes seseorang.

Jurnal American Diabetes Association menyebutkan, ketika tubuh tidak bisa mengatur kadar gula darah maka diabetes terjadi. Hal ini terjadi ketika pankreas berhenti memproduksi insulin yang dibutuhkan --hormon yang dibuat oleh pankreas membantu glukosa yang diperoleh dari makanan untuk masuk ke dalam sel yang akan disimpan atau digunakan untuk energi.

Insulin sendiri dapat membantu menstabilkan tingkat gula darah dan mencegahnya menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah. 

Diabetes memiliki dua jenis, diabetes tipe 1 ditandai dengan tubuh yang tidak menghasilkan insulin. Diabetes ini sangat langka dan disebabkan oleh genetika. Sedangkan, diabetes tipe 2, tubuh tidak membuat membuat cukup insulin atau tidak secara efektif menggunakannya.

Dalam Journal of Diabetes Investigation, orang yang makan banyak gula atau minuman manis memiliki risiko 25 persen terkena diabetes tipe 2. Sedangkan dalam studi pada tahun 2015, meminum satu minuman manis setiap harinya berisiko terkena diabetes hingga 13 persen. 

Hubungan antara asupan gula dan diabetes sangatlah kuat dan para peniliti percaya bahwa gula meningkatkan risiko diabetes baik secara langsung maupun tidak langsung, demikian dikutip dari Mayo Clinic.

Hal itu karena dampak fruktosa pada hati yang menyebabkan penyakit hati dan resistensi insulin lokal. Semua itu dapat memicu produksi insulin abnormal pada pankreas dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2. 

Sementara itu, gula alami yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran tidak menyebabkan lonjakkan kadar gula darah. Bahkan, buah dan sayuran diketahui mengandung jumlah gula yang sedikit. 

Namun, studi pada tahun 2015 menunjukkan bahwa seseorang yang makan setidaknya satu buah per hari memiliki risiko diabetes lebih rendah 7-13 persen dibandingkan yang tidak makan buah.

Tag: kesehatan

Bagikan: