Membangun Kuliner Jalanan dari Halte ke Halte

Tim Editor

Kuliner jalanan rekomendasi Dari Halte ke Halte (Instagram/darihalte_kehalte)

Jakarta, era.id - Media sosial adalah dua sisi mata uang. Hoaks, ulasan kosmetik palsu, atau konten Atta Guntur Petir adalah sisi yang membawa pengaruh buruk. Di sisi lain, kita dapat melihat bagaimana media sosial justru membawa dampak positif. Akun Instagram @drhalte_kehalte, misalnya. Sejak kemunculannya, @drhalte_kehalte merajut rantai ekonomi antara pedagang-pedagang kuliner dengan pengguna transportasi umum.

Totok adalah pedagang dimsum di Jalan Blora. Sehari-hari, Totok biasa menggelar lapaknya dari pukul 05.00 WIB hingga 18.00 WIB. Dari berjam-jam waktu yang dilewati itu, rata-rata Totok menjual tujuh kotak dimsum yang masing-masing berisi 125 buah. Itu sebelum rekomendasi @drhalte_kehalte. Sejak diangkat dalam rekomendasi, keramaian bertambah berkali-kali lipat. Totok dapat menjual lebih dari 30 kotak.

Siang tadi, redaksi mengunjungi Dimsum Arsyif, lapak Totok yang terletak di dekat Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat. Tiba sekitar pukul 13.30 WIB, kami kehabisan dimsum. Kami memutuskan menunggu. Bersama kami, lima orang lain ikut mengantre. Kami sadar, penantian ini akan pantas. "Barisnya satu saja, ya. Jangan keliling, biar enggak kelewat," ujar Totok sembari melayani pelanggan.

Mata kami berkeliling melihat sekitar. Entah apa penyebabnya. Yang jelas, sebagian besar pelanggan yang kami lihat adalah perempuan. Fatma, salah satunya. Meski berkantor di sekitar Jalan Blora, Fatma mengaku tak tertarik dengan Dimsum Arsyif, hingga rekomendasi @drhalte_kehalte mengubahnya.


Antrean pembeli (Foto-foto: Tsa Tsia/era.id)


"Saya iseng saja, kan dekat kantor. Ternyata enak. Saya belinya bawa tempat sendiri biasanya biar mengurangi plastik. Beli seporsi buat camilan ... Cuma ya kalau mau beli harus sabar. Tapi enggak apa-apa. Kan enak juga," tutur Fatma.

Sekitar 20 menit kemudian, dimsum siap kami nikmati. Membayar Rp15 ribu, kami dapat satu porsi isi lima potong berbagai varian daging ayam. Benar saja. Penantian kami pantas. Dimsum Totok terlihat biasa. Tapi, sangat istimewa soal rasa. Isian daging ayam di dalam dimsum cukup banyak. Cocok dengan ukurannya yang cukup besar. Tambahan saos dan kecap asin menyempurnakan sensasi di lidah. Puas dan mengenyangkan.

Totok yang merupakan pensiunan sekuriti mengatakan, dimsum ini tak ia buat sendiri, melainkan diambil dari suplier bernama Aan. Ada kisah di baliknya. Kata Totok, Aan tadinya bekerja untuk perusahaan katering. Namun, Aan memutuskan keluar dan membuat usaha dimsumnya sendiri.


Totok, penjual dimsum


Menularkan untung

Totok ingat betul ketika dimsum dagangannya tiba-tiba ramai pembeli. Totok bahkan mengaku sempat kerepotan melayani pembeli kala itu. "Waduh, bukan repot lagi. Jadi kan waktu itu ada yang kasih tahu, 'Pak, dimsum bapak bakal viral nih'. Saya mikir, 'viral apa sih?'," tutur Totok.

"Terus saya rasakan setelah sore itu habis tiga kotak lebih. Nah, itu kan Jumat, terus Seninnya, meledak pembelinya. Sampai ngantre-ngantre, kaget saya," tambah Totok.

Rata-rata, pembeli saat itu memborong dagangannya, mulai dari sepuluh hingga 30 porsi. Totok bahkan sempat membatasi pembelian lantaran melihat banyak pembeli yang tak kedapatan walaupun telah lama ikut mengantre.

Dampak viral @drhalte_kehalte belum sepenuhnya selesai. Totok mengatakan, hingga hari ini banyak pembelinya yang membuka jasa titip (jastip). Dalam setiap pembelian jastip, pembelinya bisa memborong puluhan porsi sekaligus.

Tak hanya Dimsum Arsyif. Toko kopi yang ada di belakang lapak jualan Totok juga kebagian rezeki buntut rekomendasi @drhalte_kehalte. Stumpy Coffee adalah kedai kopi dengan menu istimewa yaitu Stumpy Zest: paduan kopi susu dengan aroma kulit jeruk lemon.

Arif, seorang barista di Stumpy Coffee bilang, toko kopi yang tidak terlalu besar dan berada di pojokan Gedung Soedarpo Informatika, Jalan Blora ini bisa menjual kopi hingga 150 gelas per bulan. Omset lumayan jelas didapat Stumpy Coffee yang menjual segelas kopinya dalam kisaran harga Rp19 ribu hingga Rp23 ribu.

Dan pengaruh @drhalte_kehalte turut diakui Arif. "Mereka kadang suka bilang, tahu Stumpy dari akun Dari Halte ke Halte," kata Arif.


Stumpy Coffee


Merajut ekonomi

Misi mulia @drhalte_kehalte digagas oleh Bowo. Ia mengaku semangat gerakannya didasari oleh dua hal: membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha dan mendorong minat penggunaan transportasi umum. Bowo patut berbangga. Gerakannya berhasil menjadi rantai yang menghubungkan para pengguna transportasi umum yang haus referensi asyik soal tempat singgah dengan para pelaku UMKM.

"Kami merasa senang bisa membantu banyak orang, baik HalTeman yang ingin mencari rujukan maupun para pedagang UMKM yang merasakan manfaat promosi," tulis Bowo lewat surat elektronik.

"Semua ini memberi semangat bagi kami untuk terus bekerja memberikan informasi berbagai tempat makan, ngopi, wisata unik dan menarik, yang relatif mudah dijangkau dengan menggunakan transportasi umum dan berjalan kaki," tambahnya.

Selain @drhalte_kehalte, Bowo juga bergerak di Twitter dengan nama akun @drhaltekehalte. Dalam pengelolaan dua akun ini, Bowo berperan sebagai Haltemin. Kerja kerasnya membuahkan hasil. Sejak dibuat 1 April 2019, Instagram @drhalte_kehalte telah memiliki 39.900 Halteman --sebutan untuk pengikut akun. Sedang Twitter @drhaltekehalte telah diikuti oleh 37.900 akun.

Bowo bilang, penciptaan akun ini terinspirasi dari sebuah artikel majalah yang pernah ia baca. Dalam artikelnya, majalah tersebut memuat tempat-tempat menarik yang dapat dikunjungi di Stasiun BTS, Bangkok. Inspirasi itu Bowo kombinasikan dengan kegemarannya berburu kuliner dan jalan-jalan, plus pengalamannya sebagai pengguna setia transportasi umum Transjakarta.

Kebiasaannya mengunggah aktivitas-aktivitas di atas direspons oleh teman-temannya. Mereka meminta Bowo membuat akun khusus berisi informasi dan rekomendasi tempat makan dan wisata menarik yang mudah dikunjungi. Bowo pun kemudian mengajak seorang temannya yang lain untuk membantu mengelola akun.

"Pada tanggal 2 Maret 2019, ide untuk membuat panduan tempat-tempat makan dan menarik lain di seputar tempat pemberhentian dan transit transportasi umum, baik halte, terminal, maupun stasiun. Yang telah lama terendap pun diwujudkan. Dan lahirlah akun Instagram @darihalte_kehalte," kata Bowo.

Soal pemilihan tempat makan, Bowo menuturkan panduan yang ditetapkan pengelola akun. Mereka mengutamakan warung kaki lima atau restoran atau kedai kopi yang memiliki ciri khas.


Dimsum Arsyif


"Diutamakan yang berlokasi dekat dengan halte, stasiun, setopan, dan berjenis UMKM atau independen. Sampai saat ini jarak tempat yang didatangi masih berada kurang dari 1 kilometer berjalan kaki dari halte, stasiun, setopan terdekat. Tapi tidak menutup kemungkinan kami untuk mendatangi tempat yang lebih jauh," kata Bowo.

Tak cuma tempat makan. Bowo juga kerap mengangkat tempat-tempat wisata. Bowo mengatakan, kriteria utama bagi wisata adalah lokasi-lokasi yang belum banyak diketahui orang. Adapun lokasi-lokasi yang biasanya jadi rekomendasi adalah bangunan bersejarah dengan aristektur khas, kegiatan seni budaya, olahraga, serta event-event sosial di ruang terbuka.

"DHKH juga ingin membantu meningkatkan kesadartahuan (awareness) tentang tata cara dan tata krama penggunaan transportasi umum dan fasilitas umum yang baik," jelas Bowo.

Tag: viral anak nonton porno kuliner ramadan transportasi

Bagikan: