Pelantikan Jokowi Juga Libatkan Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong?

Tim Editor

Ki Sabdo Jagat Royo (Foto: Istimewa)

Jakarta, era.id - Urusan pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Jokowi-Ma'ruf Amin, ternyata tak hanya menjadi pekerjaan TNI-Polri, namun juga bangsa jin. Baru-baru ini beredar sebuah video aktivitas spiritual yang dilakukan oleh seorang paranormal bernama Ki Sabdo Jagad Royo.

Ki Sabdo mengaku sedang melakukan ritual geladi bersih pengamanan di gedung parlemen pada Jumat (18/10/2019), untuk acara pelantikan kepala negara 20 Oktober 2019. Pria yang menklaim dirinya sebagai Presiden Alam Gaib ini juga mengaku turut menyertakan Ratu Pantai Selatan Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong untuk mengawal pelantikan.

Pria berbelangkon hitam itu juga mengunggah aktivitas kleniknya di depan Gedung Nusantara V DPR tersebut ke akun YouTubenya. "Saya ritual terakhir di gedung DPR RI ini, geladi bersih begitu. Apa yang saya lihat memang harus ada pengawalan secara spiritual," ungkap Ki Sabdo.

Ia berharap dengan adanya bantuan dari dunia lain, acara pelantikan bisa aman dari gangguan-gangguan kekuatan tak kasat mata. Ki Sabdo bahkan mengaku kedatangannya ke Gedung DPR ini atas permintaan Presiden Jokowi.

"Pak Jokowi pasti dilantik, enggak ada halangan. Nanti yang menghalangi ya itu urusannya Ratu Selatan, urusan saya, saya yang beresin," kata ahli supranatural independen ini.
 
Youtube Ki sabdo Jagad royo

Sayang, aksi pengamanan secara metafisik Ki Sabdo sepertinya salah alamat, karena pelatikan Jokowi-Ma'ruf akan dilangsungkan di Gedung Nusantara atau Gedung Kura-Kura.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma'ruf Cahyono mengatakan pihak MPR maupun DPR tidak pernah menyuruh untuk melakukan pengamanan secara supranatural. Ma'ruf mengaku persiapan jelang pelantikan hanya dilakukan sebatas pengamanan gedung dan hal-hal yang sifatnya teknis yang mendukung sidang pelantikan.

"Masyaallah, kalau MPR ya persiapannya adalah hal-hal yang memang satu secara teknis mendukung persidangan, yang kedua ilustrasi yang ketiga subtansial," ungkap Maruf saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

Ia juga mengatakan tak mengetahui bagaimana bisa Ki Sabdo bisa masuk ke dalam Kompleks Parlemen. Menurutnya, semua pihak pasti berdoa demi kelancaran acara pelantikan tapi tidak pernah menggunakan cara-cara gaib.

"Tapi dari Sekjen tidak ada yang seperti itu apalagi dalam perencanaan," pungkasnya.

Bagikan: