Hangout ke Museum Sumpah Pemuda Kenapa Enggak

Tim Editor

Berwisata ke Museum Sumpah Pemuda (Mery/era.id)

Jakarta, era.id - Jika ditanya, kemana anak-anak muda sekarang menghabiskan waktu akhir pekannya pasti tidak jauh dari mall atau tempat hangout yang kekinian. Lalu, masih adakah anak muda yang memilih museum sebagai tempat hangout sekaligus tempat belajar?

Ternyata cukup banyak yang juga memilih museum sebagai tempat hangout. Salah satu museum yang dimintai adalah Museum Sumpah Pemuda yang beralamat di Jalan Kramat Sentiong, Jakarta Pusat.

Salah satu pengurus Museum Sumpah Pemuda di bidang edukasi, Bhakti mengatakan, bahwa minat pelajar cukup tinggi untuk berkunjung ke museum ini. Apalagi, menjelang peringatan hari sumpah pemuda yang jatuh pada 28 Oktober.

"Sudah banyak, karena memang fokus kita itu pada pelajar dari tingkat TK sampai mahasiswa. Bisanya mereka yang berkunjung juga dapat buku, beda-beda untuk setiap tingkatannya," kata Bhakti, kepada era.id, Minggu (27/10/2019).


Anak-anak berinteraksi di Museum Sumpah Pemuda (Mery/era.id)

Bhakti juga menjelaskan, museum mendapat lonjakan pengunjung di bulan Agustus hingga Desember setiap tahunnya. Hal ini, karena adanya peringatan kemerdekaan dan juga sumpah pemuda.

"Hampir setiap tahun lonjakan pengunjung tinggi. Apalagi mendekati peringatan sumpah pemuda. Tapi sekarang, enggak cuma pelajar yang mengunjungi museum ini. Masyarakat juga sudah mulai banyak yang datang, bahkan bawa anak-anak mereka," jelasnya.

Bhakti berujar, untuk hari ini h-1 peringatan sumpah pemuda museum juga dikunjungi banyak pelajar. "Hari ini juga mayoritas pelajar sama mahasiswa yang datang," ucapnya.

Salah satu pengunjung dari Bekasi, Tika (27) mengatakan, dirinya memang sudah lama berencana untuk berkunjung ke museum ini. Namun, baru terealisasi sekarang. Tika tak sendiri, dirinya bersama dengan dua orang temannya.

"Niat mau ke sini sudah lama, tapi baru bisa sekarang. Kebetulan waktunya pas sama hari sumpah pemuda. Ke sini karena pingin tahu lebih banyak tentang sejarah. Anak muda menurut saya, juga harus tahu tentang sejarah Indonesia," tuturnya.



Tika mengaku memaknai Hari Sumpah Pemuda dengan berkaca diri. Bagaimana para pejuang terdahulu dapat turun dan aktif membantu merebut kemerdekaan Indonesia. Hal ini, katanya, juga dapat mengingatkan para pemuda setelah kemerdekaan, Indonesia harus lebih maju lagi.

"Sebagai pemuda pemudi kita harus berpikir bagaimana sih kita bisa memajukan Indonesia mulai dari hal kecil. Misalnya contoh kaya kemarin mahasiswa turun aksi mengawal undang-undang bermasalah. Atau bisa juga mulai dari diri sendiri menjaga lingkungan di sekitar kita. Jadi membantu negara dari diri kita sendiri," ucapnya.

Menurut Tika, setidaknya pemuda pemudi harus berperan aktif dari hal terkecil. Setelah itu, katanya, bisa dilanjutkan dengan turun aksi dengan membantu sesama.

"Bisa juga bantu daerah pinggir atau daerah pedalaman dalam pendidikan. Kan juga sudah banyak kegiatan-kegiatan yang bisa diikuti," tuturnya.
 

Tag: tempat wisata pariwisata wisata sejarah

Bagikan: