Misteri Usia Nenek Moyang Manusia Terpecahkan

Tim Editor

Fosil Homo Erectus (Guardian)

Jakarta, era.id - Nenek moyang manusia yakni Homo erectus kemungkinan telah hidup sekitar dua juta tahun yang lalu dan menempati wilayah di Afrika bagian selatan. 

Fosil tempurung kepala Homo Erectus yang berumur bawah tiga tahun (batita) ditemukan di Afrika Selatan. Selain itu ditemukan pula sekitar 150 fosil serpihan tulang Homo Erectus yang diperkirakan berusia sekitar 2-1,95 juta tahun lalu.

Fosil manusia purba yang ditemukan memiliki otak lebih kecil dari manusia modern. Namun, ia sudah dapat berjalan tegak dan merupakan yang manusia pertama yang menjelajah keluar Afrika untuk menetap di belahan dunia lain, bahkan sampai ke Asia.

"Kelompok dari manusia purba ini dapat menjadi kelompok yang berhubungan dengan setiap orang di dunia," kata Andy Herries dari La Trobe University, yang memimpin tim internasional penelitian tersebut seperti dilansir Guardian, Senin (6/4/2020).


Penemuan Fosil (Guardian)

Profesor Herries mengatakan, temuan tengkorak yang telah masuk ke jurnal Science ini diperkirakan sebagai fosil Homo erectus tertua yang pernah ditemukan sepanjang sejarah.

Penemuan tempurung kepala manusia purba tersebut patut diapresiasi karena kurangnya bukti fosil tentang Homo Erectus dan asal usulnya. Apalagi, penemuan fosil tersebut lebih tua 200.000 tahun dari manusia purba tertua di dunia yang pernah ditemukan.

"Ini sekitar 200.000 tahun lebih tua daripada bahan dari Dmanisi di Georgia, yang merupakan fosil tertua Homo erectus sebelum itu," ucapnya.

Tag: purbakala

Bagikan: