Virus Korona Diduga Menular dari Anjing

| 18 Apr 2020 11:14
Virus Korona Diduga Menular dari Anjing
Yolanda Coervers/Pixabay
Jakarta,era.id - Asal mula penyebaran virus korona baru dari hewan ke manusia masih menjadi misteri, tapi menurut sebuah penelitian, virus penyebab penyakit COVID-19 itu ditularkan ke manusia oleh anjing liar yang makan daging kelelawar.

Seorang ahli biologi di Kanada mengklaim bahwa penyakit ini mungkin telah berevolusi dengan cepat di dalam usus anjing yang mengonsumsi kelelawar yang membawa coronavirus

Penelitian ini adalah yang terbaru dari serangkaian teori yang diajukan oleh para ilmuwan yang menyelidiki asal virus dari Wuhan, China yang telah menyebar di seluruh dunia.

Seperti diketahui hingga kini virus itu telah menginfeksi dua juta orang sejak kasus pertama dilaporkan pada Desember.

Virus yang kini bernama Sars-CoV-2 itu diyakini oleh ahli virologi berasal dari kelelawar yang diketahui mengandung coronavirus sebelum ditularkan ke manusia melalui hewan lain. Sebelumnya, ular dan trenggiling menjadi 'tersangka' sebagai inang perantara penularan ke manusia.

Teori ini sekarang telah diperdebatkan oleh Xuhua Xia, seorang profesor biologi di Universitas Ottawa yang memeriksa lebih dari 1.250 genom dari keluarga virus korona yang sama dengan Sars-CoV-2.

Prof Xia, spesialis dalam menggunakan data untuk mempelajari evolusi molekuler gen, menyimpulkan bahwa strain virus yang diisolasi dalam ular dan trenggiling menyimpang terlalu jauh dari Sars-CoV-2. Sehingga hewan-hewan itu menjadi mata rantai yang hilang dalam perjalanan penyakit dari kelelawar ke manusia.

"Pengamatan kami telah memungkinkan pembentukan hipotesis baru untuk asal dan transmisi awal Sars-CoV-2," katanya seperti dilansir dari The Independet, Jumat (17/4).

“Nenek moyang Sars-CoV-2 dan kerabat terdekatnya, coronavirus kelelawar, menginfeksi usus canidae (family anjing), kemungkinan besar menghasilkan evolusi virus yang cepat dalam canidae dan baru menular ke manusia," sambungnya.

Profesor James Wood, kepala departemen Kedokteran Hewan dan seorang peneliti dalam dinamika infeksi di Universitas Cambridge, mempertanyakan kredibilitas penelitian. Ia mengatakan sulit untuk memahami hipotesis dari penelitian tersebut.

“Ada terlalu banyak inferensi dan terlalu sedikit data langsung. Saya tidak melihat apa pun dalam makalah ini untuk mendukung anggapan ini dan saya khawatir bahwa makalah ini telah diterbitkan dalam jurnal ini.

Sebelumnya, virus korona memang lazim ditemukan pada hewan mamalia seperti kelelawar, anjing dan kucing. Namun, tak sampai menular dari hewan ke manusia.

Pasar hewan di Wuhan diyakini sebagai tempat pertama penularan COVID-19. Pasar itu menjual berbagai daging dari hewan liar seperti kelelawar, trenggiling hingga daging anjing untuk diperjualbelikan.

Tags : covid-19
Rekomendasi