Jadi Incaran Era New Normal, 5 Fakta Sepeda Brompton yang Harganya Selangit

Tim Editor

Wanita dan sepeda Brompton (Foto: Instagram/@brompton.co.id)

Jakarta, era.id - Bersepeda kini menjadi olahraga yang nge-tren lagi di tengah masyarakat. Tapi kali ini bukan soal olahraganya saja, tren bersepeda juga dibarengi dengan kemunculan sepeda yang menunjang gaya.

Adalah sepeda Brompton. Sepeda buatan Inggris ini dikenal sebagai produk yang mahal. Harganya, mencapai ratusan juta. Penasaran tentang sepeda Brompton? Berikut fakta sepeda Brompton yang dikutip dari berbagai sumber.

1. Sejarah Brompton

Sepeda ini didesain oleh Andrew Ritchie, seorang sarjana teknik di London pada 1975. Ide itu bermula dari kesulitan Ritchie memasukkan sepeda konvensional ke apartemennya. Maka dari itu, ia menciptakan sepeda yang ringkas dan bisa dilipat. 

Nama Brompton dipilih karena apartemen Andrew menghadap ke Brompton Oratory di South Kensington, London. Pada 1981, sepeda lipat ini pertama kali diproduksi di kota Brentford, Inggris dan terciptalah sepeda ukuran 28x60x60 cm atau 3,56 kaki kubik setelah dilipat. 

Pada 1995, sepeda ini mendapatkan ‘Royal Recognition’, yakni penghargaan dari Ratu Inggris. Semenjak mendapatkan penghargaan, nama Brompton semakin melambung dan membuat laga pacu Brompton World Championship yang digelar pertama kali di Barcelona, Spanyol.

2. Brompton di Indonesia Harus Ber-SNI

Di Indonesia sendiri, Sepeda Brompton harus berlogo Standar Nasional Indonesia (SNI) meski produk satu ini sudah diakui dunia. 

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Standarisasi Industri (BPPI), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang mengatakan produk apa pun yang dipasarkan di Indonesia, harus mengikuti SNI.

Tanpa adanya SNI, Indonesia tidak akan mengakui kualitas suatu produk dari negara luar, termasuk sepeda Brompton. Hal ini dikarenakan Indonesia terikat peraturan World Trade Organization (WTO/Organisasi Perdagangan Dunia).

3. Harga Sepeda Brompton

Harga sepeda Brompton tentu saja lebih tinggi ketimbang sepeda pada umumnya. Hal ini dikarenakan harus menghitung beban biaya pengiriman, pajak, dan laba bagi si penjualnya. Sepeda Brompton dibandrol mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta.

Kalau dilihat di situs-situs jual beli, harganya mencapai Rp150 jutaan untuk versi terbaru dan Rp26 jutaan untuk tipe paling murah. Bahkan ada dengan spesifikasi tertentu bisa mencapai Rp200 jutaan.

4. Bentuk ringkas sepeda Brompton

Sepeda Brompton punya kerangka yang terbilang unik dan tidak seperti sepeda pada umumnya. Salah satu keunggulan Brompton adalah ukurannya yang kecil dan bisa dilipat. Dalam posisi terlipat, ukurannya setinggi 58,5 cm, panjang 56,5 cm dan selebar 27 cm.

Untuk ukuran roda yakni 349 mm (13,7 inci), dengan ban berdiameter 16 inci. Setang dan beberapa komponen lain terbuat dari aluminium. Brompton memiliki bingkai melengkung, yang terdiri dari tabung utama berengsel terbuat dari baja, segitiga belakang yang bisa berputar pada porosnya, garpu, dan batang setang berengsel.

5. Jadi pilihan gaya hidup

Saat ini banyak yang mengincar sepeda Brompton karena memiliki ukuran mungil yang bisa dilipat dan praktis. Di era new normal, sepeda Brompton menjadi pilihan tepat untuk kemana-mana sebagai gaya hidup. Bahkan, sepeda harga 'selangit' ini bisa jadi magnet untuk membentuk komunitas yang ada di kota metropolitan.

Selain itu, kamu juga bisa bersepeda di tepi pantai maupun pegunungan karena tidak perlu diragukan lagi kualitas, kenyamanan, kemudahan dalam menggunakan sepeda Brompton. 

Tag: brompton cabang olahraga boccia balap sepeda downhill lifestyle

Bagikan: