5 Kerusuhan Suporter Sepak Bola Indonesia

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi suporter sepak bola (Pixabay)

Jakarta, era.id - Kerusuhan dalam sepak bola kerap terjadi di berbagai belahan bumi. Hal ini disebabkan fanatisme berlebihan para suporter dalam mencintai tim idolanya. Jika sebuah tim bertemu dengan tim yang secara historis dianggap musuh bebuyutan, kerusuhan pun tidak jarang hingga merenggut nyawa.

Para penggemar sepak bola tentu masih ingat dengan Tragedi Heysel yang melibatkan suporter Juventus dan Liverpool. Kerusuhan yang terjadi pada 29 Mei 1985 di final Piala Champions (sekarang Liga Champions) di Stadion Heysel, Brussels, Belgia, itu mengakibatkan 39 suporter meninggal dunia dan 600 lainnya terluka. Kebanyakan korban adalah para suporter Juventus.

Sebelum pertandingan yang dimenangkan Juventus 1-0 ini berlangsung, tembok di stadion Heysel roboh akibat desakan para suporter Juventus yang mencoba menjauh dari fans The Reds yang mencoba menyerang mereka. Pihak kepolisian bahkan harus meredam aksi anarkis para suporter saat pertandingan berlangsung.  Akibat peristiwa ini, semua klub Inggris dilarang mengikuti semua ajang kompetisi UEFA hingga 1991.

Peristiwa ini dipicu oleh kejadian pada tahun sebelumnya (1984), saat Liverpool menghadapi wakil Italia lainnya, AS Roma, di partai final dari kejuaraan yang sama. Berlangsung di stadion Olimpico, Roma, The Reds berhasil memenangi laga lewat drama adu penalti. Tidak terima dengan kekalahan, suporter AS Roma pun menyerang suporter Liverpool.

Di Indonesia, kerusuhan suporter juga sering terjadi. Dua fans fanatik dari dua kubu yang berseberangan sering terlibat adu jotos ketika bertemu. Tidak hanya itu, koban jiwa pun kerap berjatuhan. Berikut lima kerusuhan suporter Indonesia yang berhasil dihimpun era.id:

1. Persija vs Persib - 2012 (Jakarta)

Kerusuhan ini pecah seusai pertandingan antara Persija Vs Persib yang mengakibatkan tiga suporter meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka.

2. Persebaya vs Persela - 2012 (Lamongan)

Tragedi Lamongan yang cukup fenomenal ini disebabkan bentroknya kedua suporter tim dalam perjalanan menuju stadion. Suporter Persebaya dikabarkan mendapat serangan dari suporter Persela ketika mereka berada di atas kereta api. Tragedi ini memakan korban tewas lima orang.

3. Persis Solo vs Martapura - 2014 (Solo)

Dalam pertandingan delapan besar divisi utama Liga Indonesia terjadi bentrok kedua suporter yang ditengarai akibat ketidaktegasan wasit Ahmadi Jafri yang memimpin pertandingan. Satu suporter tewas ditusuk.

4. Persebaya vs Arema - 2015 (Sleman)

Kerusuhan yang melibatkan suporter Persebaya dan Arema pecah dalam perjalanan menuju stadion yang terjadi di dua tempat berbeda. Dalam bentrokan ini, satu korban meninggal dunia.

5. Persib vs Persija - 2017 (Bandung)

Hanya karena mengenakan kaus berunsur warna biru, seorang suporter diduga menjadi korban pengkeroyokan suporter Persija. Ironisnya, korban tak lain adalah pendukung Macan Kemayoran.


 

Bagikan: