Pengembang Berlomba Cegah Milenial Kecanduan Gadget

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Produksi massal ponsel pintar yang mengekspansi seluruh dunia pada abad ini telah menciptakan tren baru kehidupan bermasyarakat. Lahirnya dunia digital semakin mempermudah pekerjaan manusia. Akan tetapi tren tersebut bukan berarti secara utuh mampu membantu manusia saja.

"Smartphone, stupid people", peribahasa itulah yang mampu mengartikan seberapa buruk juga, dampak yang dihasilkan oleh penggunaan smartphone. Apalagi penggunanya telah masuk pada ranah kecanduan. 

Sebuah studi tentang ponsel di Inggris menemukan bahwa hampir 53 persen responden cenderung cemas ketika mereka kehilangan ponsel, kehabisan baterai atau berada di luar jangkauan. Bahkan, dilansir dari The Telegraph, pertumbuhan pengguna ponsel akan terus bertumbuh tiap tahunnya sebesar 18 persen. Oleh karena itu, penelitian di atas diprediksi akan terus tumbuh jumlahnya.

Kini, penyakit jiwa telah mengklasifikasikan sebuah penyakit baru, yaitu penyakit akibat kecanduan gadget. Penyakit itu bernama nomophobia--berasal dari singkatan no mobilephone phobia--yakni sebuah sindrom kecemasan akut jika tidak memegang ponsel.

Baca Juga : Aplikasi Kesehatan Dukung Pengguna Smartphone Hidup Sehat


(Ilustrasi: Pixabay)

Penyakit ini menjangkit berbagai lapisan masyarakat, entah itu masyarakat kelas atas, menengah, hingga menengah ke bawah.

Selena Gomez, artis Hollywood harus membatakan tur dunianya pada tahun 2016, setelah mengalami depresi akut dan mengharuskan dirinya untuk melakukan pengobatan detoksifikasi gawai, sebuah upaya untuk menghilangkan ketergantungan akan gadget dengan cara mengurangi intensitas penggunaan gadget. 

Di Indonesia, sempat viral sebuah berita terkait dua remaja asal Bondowoso yang dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa. Remaja tersebut diobati setelah melakukan serangkaian perilaku aneh seperti depresi, kegelisahan akut, insomnia, hingga membentur-benturkan kepalanya ke tembok karena tidak diizinkan orang tuanya memakai gadget.

Sumber Masalah yang Mencoba Mengatasi Masalah

Tren terbaru memperlihatkan perusahaan gadget pada tahun ini saling berlomba untuk menunjukkan tanggung jawab sosial mereka kepada para pengguna, terutama terkait makin kuatnya desakan untuk melawan kecanduan akan gadget. Entah karena takut akan kehilangan pasar hingga tuntutan moral, perusahaan itu saling pamer teknologi untuk mengajak para mengobati ketagihan gadget para konsumen.

Pada awal Januari 2017, Jana Partners dan Californi State Teachers Retirement System (CalSTRS) yang merupakan salah satu pemilik Apple, mendesak para produsen ponsel, termasuk Apple untuk mengambil langkah-langkah mengatasi persoalan kecanduan dalam penggunaan smartphone yang dialami kaum milenial.

Walau tidak secara tersirat, pihak pengembang memutar otak untuk membawa nilai kesehatan digital dalam sebuah fitur anyar yang dipamerkan dalam sistem operasi terbaru Apple, iOS 12. 


(Ilustrasi: Pixabay)

Dalam acara Apple Worldwode Developer Conference (WWDC) 2018,  Apple memamerkan fitur bernama Secreen Time. Aplikasi ini berfungsi untuk mengurangi waktu yang dihabiskan pengguna ketika menggunakan iPhone. Jika pengguna telah kecanduan pada satu aplikasi, pengguna bisa membatasi waktu penggunaan dalam sehari.  Walau dapat diabaikan, niat memerangi kecanduan gadget dikembalikan kepada penggunanya lagi. 

Rival Apple, Google juga tidak tinggal diam dengan kondisi kecanduan itu. Baru-baru ini, Google bersiap meluncurkan piranti terbarunya, Android P. Dalam salah satu fiturnya, Android P menawarkan beberapa fitur, pertama adalah Android Dashboard. Fitur ini membuat pengguna dapat melihat dan mengontrol seberapa banyak waktu memakai ponsel. 

Kemudian dengan APP Timer, pengguna bisa mengatur seberapa lama sebuah aplikasi dapat diakses. Apabila waktu penggunaan sudah habis, maka layar akan menjadi abu-abu dan kenyamanan menggunakan aplikasi akan ternganggu.

Baca Juga : Google Luncurkan Android P Minimalisir Candu Gadget

Fitur lainnya yaitu Wind Down. Fitur ini mengatur waktu kapan ponsel digunakan di malam hari. Apabila telah terlewati, maka ponsel akan masuk dalam mode do not disturb dan warnanya akan menjadi pudar.

Baik Apple maupun Googe saling unjuk gigi ungkap teknologi terbaiknya untuk lawan kecanduan gadget. Tapi seberapa mampukah hal itu mampu mengurangi dampak kecanduan gadget?

Tag: chipset teknologi 7nm

Bagikan: