Ambisi Mobil Roket Elon Musk

Tim Editor

Ilustrasi (Foto: www.tesla.com)

Jakarta, era.id - CEO perusahaan SpaceX dan Tesla, Elon Musk berencana menggabungkan dua teknologi dari dua perusahaan. Musk berambisi menempelkan pendorong roket pada mobil model khusus bernama Tesla Roadster. 

Tidak seperti mobil roket yang dibayangkan, yakni menyemburkan api besar dari lubang knalpotnya, seperti mobil bertenaga roket yang dipamerkan Inggris tahun lalu. Elon ingin mobil roketnya ini justru dibuat sebaliknya, tenaga besar dari roket pendorong dibuat untuk menghasilkan tekanan udara tingkat tinggi sehingga memberikan dorongan ekstra dalam beraselerasi.

Melansir theverge.com, hal ini secara teknis masih masuk akal, namun sekaligus membingungkan pakar dan insinyur industri otomotif, karena roket pendorong tersebut tidak akan berjalan dengan efisien dan kemungkinan besar menyalahi legalitas yang ada.

Berdasarkan teknologi yang sudah digunakan roket Falcon 9 SpaceX, Musk menjelaskan mengenai teknologi tangki yang dikenal dengan tangki COPV (composite overwrapped pressure vessel) yaitu sebuah tempat penyimpanan yang terbuat dari metal tipis yang dibungkus dengan serat karbon, yang dapat menyimpan banyak udara bertekenan tinggi bahkan di ruangan yang memiliki ruang yang sangat sempit.

Baca Juga : Mobil Paling Laris Jelang Musim Mudik 2018?


(Foto: cdn.teslarati.com)

Teknologi itu menjadi andalan SpaceX, yang membuat banyak produsen roket gemar menggunakannya untuk membantu dalam urusan tekanan pada roket.

Beberapa kendaraan seperti truk dan bus juga ada yang menggunakan teknologi COPV untuk menyimpan gas alam yang sudah terkompresi. Selain itu, kendaraan dengan bahan bakar hidrogen juga menggunakan teknologi serupa, bedanya udara di dalam tangki pada mobil ini digunakan sebagai bahan bakar. 

Baca Juga : Siapa Bilang Mobil Kemudi Otomatis Membahagiakan?

Bukan Musk namanya jika ide yang dia utarakan tidak berbeda dari orang kebanyakan. Dia menggunakan COPV tersebut sebagai pendorong, di mana udara yang dihasilkan difungsikan untuk membantu mendorong maupun menghentikan kendaraan. Selain itu, udara yang dihasilkan juga dapat bertiup dari sisi yang dapat membantu mobil untuk berbelok pada kecepatan tinggi ditikungan tajam. 

Sebelumnya memang belum ada mobil komersial yang menggunakan teknologi COPV seperti ini. Sontak gagasan tersebut menimbulkan banyak pertanyaan tentang bagaimana keamanan dan efisiensinya.

Tag: chipset teknologi 7nm

Bagikan: