Puluhan Siswa SMAN 1 Lembang Bandung Barat Ditangkap Polisi Usai Konsumsi Tembakau Sintetis

| 17 Mar 2023 22:47
Puluhan Siswa SMAN 1 Lembang Bandung Barat Ditangkap Polisi Usai Konsumsi Tembakau Sintetis
Ilustrasi tembakau sintetis (Antara)

ERA.id - Puluhan siswa SMAN 1 Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi usai terbukti mengkonsumsi narkotika jenis tembakau sintetis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan pelajar itu ditangkap pada 13 Maret 2023 di sajumlah tempat. Mereka merupakan pelajar kelas XI dan XII.

Kasatnarkoba Polres Cimahi, AKP Kusmawan mengatakan, penangkapan puluhan pelajar SMAN 1 Lembang tersebut bermula saat pihaknya mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya oknum pelajar yang melakukan peredaran narkotika.

"Kemudian kami dalami informasi tersebut, lalu kami selidiki dan profiling siapa oknum pelajar itu hingga akhirnya kami dapatkan di salah satu sekolah (SMAN 1 Lembang)," ungkap Kusmawan pada Jumat (17/3/2023).

Ia mengatakan, penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh para pelajar tersebut sudah dipastikan melalui hasil tes urine. Hasilnya, puluhan siswa tersebut positif mengkonsumsi narkotika yang diperkuat dengan hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Mereka pelajar aktif dari salah satu sekolah, jadi kita luruskan yang dikonsumsi oleh mereka itu jenis narkotika sintetis campuran dari tembakau yang diracik dengan campuran kimia," terang Kusmawan.

Setelah dilakukan penangkapan dan pemeriksaan, oknum pelajar tersebut, kata dia, mengaku membeli narkotika itu dari media sosial hingga akhirnya diketahui ada puluhan pelajar yang mengkonsumsi barang haram ini.

Humas SMAN 1 Lembang, Bambang Setiawan mengakui bahwa ada pelajar di sekolahnya yang diamankan polisi karena menyalahgunakan narkotika tersebut, tetapi hal itu dilakukan oleh mereka di luar lingkungan sekolah.

"Kami tidak munafik, iya ada (pelajar diamankan) dan itu memang siswa kami, tapi itu dilakukan diluar, tanpa sepengetahuan kami, jadi diluar jam kegiatan belajar mengajar (KBM)," kata Bambang.

Rekomendasi