ERA.id - Perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia telah memberi informasi relevan kepada pihak berwenang usai armadanya menabrak KRL Commuter dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Setelah tabrakan itu, secara beruntun Kereta API jarak jauh Argo Bromo menabrak KRL yang lebih dulu celaka karena taksi yang nyangkut di perlintasan rel. Imbasnya 14 orang tewas dan puluhan orang terluka parah.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," kata perusahaan taksi listrik asal Vietnam tersebut di akun Instagram resmi perusahaan @id.greensm, Selasa (28/4/2026).
Perusahaan berkomitmen menerapkan standar keselamatan guna memastikan keamanan pengguna layanan maupun masyarakat luas.
"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," kata perusahaan.
Sudah sering celaka
Pada 10 Oktober 2025, di Cengkareng, Jakarta Barat, taksi Green SM juga pernah ditabrak kereta api. Saat itu, bagian belakang kereta menghantam taksi Green SM. Saksi mata, Muhammad Nasir (60), mengaku sopir taksi berhenti terlalu dekat dengan perlintasan kereta.
"Tadi kan kereta mau lewat, saya sudah suruh setop itu taksinya. Saya bilang, 'Pak setop, terlalu dekat sama kereta'. Tapi dia enggak mau mundur. Kepala keretanya lewat masih aman, tapi ekornya yang nyamber mobil itu," ujar Nasir.
"Penumpangnya langsung turun sambil marah-marah, bilang 'Bapak juga sih, main handphone terus, disuruh mundur enggak mau'. Seorang ibu itu pun pergi naik ojek," ujarnya.
Sopir taksi itu punya bantahan. "Saya enggak main handphone. Mana bisa, orang saya lagi lihat maps buat antar penumpang. Tiba-tiba disuruh setop, saya berhenti, eh malah disambar ekor kereta. Tadi juga enggak ada suara apa-apa kan, palang rel juga tidak tertutup. Saya kaget, tiba-tiba disuruh berhenti, ya sudah lah saya berhenti," kata dia.
"Hanya tersenggol bagian belakang kereta, penumpang langsung keluar, tapi nggak apa-apa," ujarnya.
Insiden kedua terjadi di Jalan Rajawali, Kemayoran, Jakarta, pada 31 Desember 2025.
Taksi Green SM saat itu berada di dalam palang perbatasan. Setelah kereta pertama melintas, taksi masih berusaha menyeberangi rel. Tak lama, datang kereta lain melintas dan menghantam taksi hingga membuat bagian depan mobil rusak. Tak ada korban dalam kejadian ini.