Pemda Kapuas Hulu Tetapkan 14 Hari Status Tanggap Darurat Bencana Banjir

| 20 Sep 2020 11:59
Pemda Kapuas Hulu Tetapkan 14 Hari Status Tanggap Darurat Bencana Banjir
Banjir di Kapuas Hulu (Dok. BNPB)

ERA.id - Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari setelah wilayahnya diterjang banjir. Status tersebut berlangsung sejak 14 hingga 27 September 2020. 

"Menyikapi kondisi warga terdampak pada Sabtu (19/9), pemerintah daerah (pemda) setempat telah melakukan kaji cepat di lapangan. Selama tujuh hari ke depan, beberapa kebutuhan yang diperlukan warga terdampak mencakup kebutuhan dasar, khususnya pangan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB di lapangan memonitor kebutuhan mendesak lainnya suplai air bersih," katanya melalui keterangan tertulis, MInggu (20/9/2020).

Sampai saat ini, ia menambahkan suplai air dari PDAM di Kapuas Hulu belum mengalir dan masih dalam proses perbaikan. Tim TRC melaporkan bantuan logistik permakanan baik dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan dunia usaha akan segera disalurkan kepada warga terdampak. 

"Pantauan di lapangan, sebagian masyarakat yang terdampak mengungsi ke tempat keluarga atau pun ke tempat rumah ibadah yang lokasinya lebih tinggi. Sedangkan sebagian lain, mereka yang tinggal di ibukota kabupaten sudah Kembali ke tempat masing-masing. Kondisi secara umum pascabanjir sudah kembali pulih," ujarnya.

Sementara ini, lokasi terdampak banjir teridentifikasi di 11 kecamatan. Kesebelas kecamatan tersebut yakni Putussibau Utara, Putussibau Selatan, Bika, Kalis, Embaloh Hilir, Bunut Hilir, Jongkong, Selimabu, Suhaid, Semitau dan Silat Hilir.

"Tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut," katanya.

Dilaporkan sebelumnya, banjir dipicu salah satunya intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kalimantan Barat pada Minggu lalu (13/9). 

Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa hari ini (20/9) dan esok hari (21/9) wilayah Kalimantan Barat masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat. Hujan lebat tersebut dapat disertai kilat dan angin kencang. BMKG tidak hanya memprakirakan wilayah Kalimantan Barat dengan potensi cuaca tersebut.

Tercatat prakiraan pada 21 September 2020, BMKG mencatat wilayah provinsi dengan potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yakni Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Sedangkan pada hari ini (20/9), BMKG memprakirakan wilayah dengan potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yakni Aceh, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Barat dan Papua.

Masyarakat diimbau untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana banjir, tanah longsor maupan angin kencang di wilayah dengan potensi hujan dengan intensitas tinggi. Identifikasi kondisi wilayah Anda dari potensi bahaya tersebut.

Rekomendasi