Stok Vaksin RI Terbatas, Lansia dan Guru jadi Prioritas Vaksinasi

| 05 Apr 2021 17:34
Stok Vaksin RI Terbatas, Lansia dan Guru jadi Prioritas Vaksinasi
Vaksinasi Lansia (Amalia Putri/era.id)

ERA.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan stok vaksin COVID-19 di RI mulai terbatas sehingga program vaksinasi COVID-19 nasional akan memprioritaskan kepada kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) dan guru. 

Budi menyebut, persedian vaksin COVID-19 untuk bulan April terbatas karena adanya emargo vaksin dari negara-negara produsen vaksin yang mengalami lonjakan kenaikan kasus infeksi virus Corona.

"Dengan adanya keterbatasan vaksin di bulan April kita arahakan untuk disuntikan untuk para lansia dulu," ujar Budi dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (5/4/2021).

Adapun alasan pemerintah memprioritaskan lansia karena dari data Kementerian Kesehatan menunjukan, masyarakat yang berusia di atas 60 tahun lebih rentan terkena COVID-19 dan tigkat kematiannya paling tinggi dibanding kelompok usia lainnya.

Dia menjelaskan, dari 1,5 juta kasus aktif, 10 persenya adalah dari kelompok lansia. Sedangkan dari 100 persen jumlah orang yang meninggal akibat COVID-19, 50 persen didominasi oleh kelompok lansia.

"Dari 100 persen yang wafat lansia itu 50 persen, kalau kita lihat yang masuk rumah sakit, yang wafat unuk nonlansia hanya 10 persen dari total yang masuk. Tapi kalau lansia hampir tiga kalinya," papar Budi.

"Jadi kelihatan sekali teman-teman kita yang di atas 60 tahun itu berisiko sangat tinggi (terkena dan meninggal akibat COVID-19," lanjutnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, jika ada sisa ketersedian vaksin, maka akan diberikan kepada guru. Sebab, pemerintah telah merencanakan memberikan vaksin kepada seluruh guru secara bertahap hingga Juni 2021.

Hal ini sejalan dengan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang rencananya akan kembali membuka sekolah dan pembelajaran tatap muka mulai Juli 2021 atau awal tahuna ajaran 2021/2022.

"Sebagian besar (vaksinasi COVID-19) di lansia, kalau ada jatah sisanya kita suntikan ke guru, karena rencananya semua guru akan divaksnasi sampai Juni karena Juli sekolah secara bertahap sudah kita buka," kata Budi.

Mantan Wakil Menteri BUMN ini menambahkan, dari data Kemenkes disebutkan bahwa vaksinasi COVID-19 per tanggal 4 April 2021 menyentuh angka 12,7 juta. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pekan lalu yang sempat mencapai 10 juta per minggu.

"Jadi dalam satu minggu kita sudah bisa menambah 2,5 juta vaksiasi per minggu. Ini menempatkan Indonesia ke posisi ke delapan dunia," pungkasnya.

Rekomendasi