Urgensi Digitalisasi Ekonomi, Bantu UMKM Tumbuh

Tim Editor

Ilustrasi bisnis digital (Dok. Antara)

ERA.id - Anggota Komisi I DPR Rizki Sadig menilai adanya perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat. Ia mengingatkan jangan sampai generasi muda yang jumlahnya hampir 60 persen dari populasi jumlah penduduk Indonesia ini, tidak bisa menggunakan perkembangan teknologi digital untuk meningkatkan kemampuan diri.

"Khususnya di bidang yang meningkatkan kapasitas dan produktivitas kita bisa di bidang usaha, di bidang pengetahuan, bisa di jaringan bisnis dan lain sebagainya," kata Rizki dalam diskusi daring, Jumat (24/9/2021).

Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan untuk hal yang positif. Masyarakat juga harus dapat menerapkan sensor pribadi terhadap konten yang dianggap negatif.


"Kita harus menerapkan sensor pribadi terhadap hal-hal yang itu bisa berimplikasi kepada diri kita, marilah kita memproduksi konten-konten yang positif. Di sisi lain kita juga harus memproteksi diri kita dari konten-konten ataupun berita-berita yang itu akan menimbulkan hal negatif, karena jejak digital sampai kapapun tidak pernah terhapus," katanya.

Pada kesempatan terpisah, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Fiki Satari mengatakan strategi pemasaran digital (digital marketing) memiliki sejumlah manfaat dan keuntungan apabila diadopsi untuk membantu UMKM bertumbuh.

Manfaat tersebut di antaranya adalah jangkauan konsumen lebih spesifik dan luas, menekan biaya operasional, dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, serta sesuai dengan perkembangan zaman.

“Digital marketing ini bisa lebih targeted, kita bisa memilih baik dari segi bisnis profil, target konsumen atau audiens baik dari demografi, etnografi, bahkan psikografi,” kata Fiki dalam diskusi Katadata Forum Virtual Series "Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri Melalui Pemasaran Digital" dikutip dari Antara pada Jumat (24/9/2021).

Jika dibandingkan masa sebelum digitalisasi, marketing selalu berkaitan dengan penganggaran biaya seperti membuat event atau memasang iklan di billboard. Namun dengan pemasaran digital, kata Fiki, justru bisa menjadi sumber pendapatan (source of revenue) atau ada konversi secara langsung dan tidak langsung.

Ia menyebutkan saat ini potensi pemasaran digital di Indonesia sangat luar biasa. Merujuk pada data Digital Reports Indonesia Dataportal.com pada 2021, terdapat 170 juta pengguna aktif media sosial atau 61,8 persen dari populasi.

Setiap orang rata-rata menghabiskan waktu 8 jam 52 menit setiap hari untuk menggunakan internet. Sebanyak 96,3 persen orang menggunakan ponsel untuk kebutuhan media sosial dan 78,2 persen menggunakannya untuk berbelanja daring.

Masih dari sumber data yang sama, sebanyak 39,2 persen masyarakat Indonesia mendapatkan informasi tentang produk baru dari iklan di media sosial dan sebanyak 39 persen mendapatkan informasi tentang produk baru dari rekomendasi atau komentar di media sosial.

“Ketika bicara media sosial, ada strategi promosi yang perlu dilakukan, misalnya cara mem-posting produk harus memperhatikan beberapa hal,” ujar Fiki.

Pertama kesesuaian peruntukkan media sosial. Fiki mengatakan setiap media sosial memiliki karakteristik tersendiri sehingga tidak sembarang produk dapat dipasarkan begitu saja.

“Misalnya, Facebook untuk pemasaran yang lebih deskriptif. Penggunanya juga lebih senior, formatnya lebih serius. Kalau ada informasi yang panjang, ini bisa melalui Facebook. Platform media sosial ini juga luar biasa dan lebih tajam dalam kaitannya dengan Artificial Intelligent-nya, jadi kita bisa mendapatkan profil yang sangat spesifik,” terangnya.

Selain itu, saat ini media sosial TikTok juga tengah digemari banyak orang. Bahkan, kata Fiki, pengguna aktif TikTok telah mencapai nyaris 100 juta.

“Pertumbuhan TikTok sangat besar, bahkan fitur Instagram juga sudah diubah seperti TikTok. Di Instagram, kini ada fitur Reels yang lebih banyak digunakan orang-orang, bahkan dari sisi penjualan sekalipun. Jadi UX media sosial memang sudah disesuaikan dengan behavior, semua lengkap di satu aplikasi dari sisi musiknya, background-nya, template-nya, dan sebagainya,” kata Fiki.

Selain kesesuaian target konsumen di setiap platform media sosial, Fiki juga menekankan pentingnya kualitas foto dan visual produk untuk membangun kepercayaan publik. Terakhir, pelaku UMKM harus memperhatikan jadwal posting. Sebaiknya, kata Fiki, posting produk hanya pada jam-jam aktif media sosial saja.

Tag: umkm ekonomi digital bisnis digital

Bagikan: