Warga Lansia Bertambah 26,82 Juta Jiwa, Kominfo Ingatkan Jaga Lansia dari Hoaks dan Penipuan

| 23 Oct 2021 20:15
Warga Lansia Bertambah 26,82 Juta Jiwa, Kominfo Ingatkan Jaga Lansia dari Hoaks dan Penipuan
Nopian Andusti (Dok. Antara)

ERA.id - Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Nopian Andusti menyebutkan penduduk lansia di Indonesia mengalami kenaikan setiap tahunnya. Berdasarkan data BPS tahun 2020, penduduk lansia berjumlah 26,82 juta jiwa atau setara dengan 9,92 persen dari populasi penduduk.

"Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat setiap tahunnya yang tercermin dari peningkatan usia angka harapan hidup penduduk Indonesia. Dengan kenaikan jumlah lansia yang begitu besar. Hal ini menjadi tantangan dalam aspek kehidupan baik kesehatan, ekonomi, sosial dan lingkungan agar menjadi lansia yang tangguh, sehat, aktif, produktif serta bermartabat," katanya dalam diskusi daring, Sabtu (23/10/2021).

Ia menilai perlu adanya dukungan pemerintah, kalangan swasta, dan Lembaga swadaya masyarakat agar mencapai tujuan tersebut. Hari lansia internasional diperingati setiap tanggal 1 oktober di seluruh dunia. Peringatan hari lansia ini dicetuskan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kesejahteraan lansia di sekitarnya.

"Sebagai momentum untuk mengapresiasi semangat dan peran penting menjalankan kehidupan yang layak bagi lansia Indonesia. Peringatan kali ini sangat berbeda pada tahun-tahun sebelumnya karena pandemik covid-19, lanjut usia merupakan kelompok rentan yang paling terinfeksi namun kebutuhan informasi dan edukasi untuk lansia sangat meningkat mengingat usia rentan tidak banyak beraktivitas dan mobilitas di luar rumah. Hal ini meningkatnya teknologi digital, namun lansia memliki keterbatasan pengguna internet," tambah Nopian.

Menurutnya, dalam era revolusi industri 4.0 masyarakat melibatkan internet sebagai aspek kehidupan sehingga diharapkan berkembang teknologi dapat menciptakan nilai baru dan menyelesaikan permasalahan sosial dengan bantuan teknologi digital yang canggih. Di samping itu juga manusia mampu bersinergi sebagai produktivitas dan ekulibitas yang baik. Berdasarkan data Bappenas tahun 2020 lansia yang mengakses teknologi informasi masih sangat terbatas, yaitu 11,4 persen lansia yang aktif dalam menggunakan internet.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan menjelaskan akses internet saat ini kita sudah mencapai 202,7 Juta masyarakat Indonesia sudah dapat mengakses internet atau 73 persen. Namun memang masih didominasi oleh kaum muda.

Menurut data dari World Bank menunjukkan penduduk yang lebih muda dapat lebih aktif secara digital ketimbang penduduk yang lebih tua. Bicara dari pusat data menunjukkan bahwa tingkat penggunaan teknologi dan internet penduduk lanjut usia masih rendah terutama untuk penduduk lansia di daerah pedesaan.

"Lansia ini banyak menjadi target dari keberadaan teknologi digital seperti penipuan, termakan hoaks dan ini kita perlu melakukan langkah-langkah antisipasi supaya warga lansia kita dapat produktif dan merasa aman dalam beraktifitas di ruang digital. Bekerjasama dengan BKKBN menarget supaya lansia kita juga teredukasi dan paham apa itu ruang digital dan bagaimana beraktifitas di ruang digital," tambahnya.

Selanjutnya Nopian juga mengatakan dalam hal ini internet tidak dapat dipisahkan oleh banyak kalangan masyarakat termasuk lansia untuk mencari kebutuhan informasi maupun berkomunikasi.

"Semoga dengan adanya Webinar Digital Equity for All Ages dalam rangka hari lanjut usia internasional tahun 2021 dapat memberikan wawasan dan pengetahuan untuk lebih memberikan perhatian kepada lansia di era digital ini. Diharapkan dimasa yang akan datang banyak berkembang aplikasi dan teknologi digital untuk lansia agar berdampak yang baik untuk menjadi lansia yang sejahtera, sehat, mandiri, dan bermartabat," tutup Nopian.

Rekomendasi