Nadran, Tradisi Nelayan Bersyukur

Tim Editor
Jakarta, era.id - Kemajuan zaman tidak menjadi halangan bagi para nelayan untuk menjalankan tradisi yang sudah turun temurun. Pesta Laut atau disebut juga dengan Tradisi Nadran merupakan tradisi para nelayan untuk menunjukkan rasa syukur. Arti kata Nadran berasal dari kata nazar yang bermakna pemenuhan janji.

Pada pelaksanaannya, para nelayan melarungkan seserahan kepada laut sebagai wujud syukur dan menolak bala. Seserahan yang diberikan berupa makanan khas sekitar, buah-buahan, sayuran, hingga minuman.

Selain itu, terdapat juga kegiatan gelar budaya yang dimeriahkan masyarakat sekitar. Pada akhir kegiatan, para nelayan akan berwisata ke pulau terdekat.

Di Muara Dadap, Tangerang, misalnya, tradisi Nadran biasanya dilakukan dua tahun sekali pada pertengahan tahun. Namun, karena hasil laut yang kurang memuaskan, maka baru dilakukan kembali pada awal Februari 2018 sekalipun cuaca tak bersahabat.

Terakhir, tradisi Nadran di Dadap digelar pada 2014. Guna menyukseskan acara, para nelayan biasanya melakukan saweran.


Perahu untuk perayaan Nadran sedang dipersiapkan oleh warga Muara Dadap (Sandi B/era.id)




Belasan perahu peserta festival laut terlihat bersiap meninggalkan dermaga (Sandi B/era.id)




Perahu peserta festival laut berlayar beriringan menuju tempat perayaan (Sandi B/era.id)




Salah satu perahu peserta festival laut (Sandi B/era.id)

 

Tag: erabicara

Bagikan: