Main ke Public Safety Center Bantaeng

Tim Editor
Bantaeng, era.id - Kesehatan merupakan kebutuhan utama masyarakat. Selain itu, kesehatan yang  berkualitas merupakan salah satu indikator peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat, dan tentunya akan berpengaruh pada angka harapan hidup masyarakat. Saat ini peningkatan sarana pelayanan kesehatan menjadi keharusan.
 
Akses pada sarana kesehatan juga perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Sarana kesehatan yang tidak merata dan sulit diakses seolah menjadi budaya di negeri ini. Pemerataan ini yang seharusnya menjadi fokus pemerintah agar masalah kesehatan dapat ditangani dengan baik.
 
Salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian global yaitu kematian ibu melahirkan. Kematian maternal merupakan salah satu masalah kesehatan yang terjadi hampir di seluruh negara di dunia, dan umumnya terjadi terutama di negara-negara berkembang.
 
Rata-rata kasus kematian ibu melahirkan ini dilatarbelakangi rendahnya tingkat sosial ekonomi, tingkat pendidikan, serta faktor transportasi atau akses yang buruk mengakibatkan keterlambatan dalam mengenali gejala dan tanda bahaya pada kehamilan.  Sehingga perlu adanya perhatian serius terhadap kasus ini.

Kabupaten Bantaeng, salah satu daerah di Sulawesi Selatan, patut menjadi contoh teladan dalam hal mengurangi angka kematian ibu melahirkan. Beberapa waktu yang lalu era.id menyambangi wilayah yang berada di sisi selatan pualu Sulawesi ini untuk melihat inovasi yang telah dilakukan pemerintah daerah di sana, Public Safety Center (PSC) yang sebelumnya bernama Brigade Siaga Bencana (BSB).


Satuan Pemadam Kebakaran yang tergabung dalam unit Public Safety Center Kabupaten Bantaeng (Hamni S/era.id)
 
Brigade Siaga Bencana didirikan tahun 2010 atas inisiatif Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah. Unit layanan ini melibatkan beberapa satuan dinas yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bapedalda. Brigade, dan Kepolisian. Tujuan dibentuknya unit ini adalah untuk lebih mendekatkan dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat, utamanya kesehatan.
 

Ambulans bantuan dari Jepang yang memiliki fasilitas mumpuni untuk melakukan tindakan operasi ringan dan proses persalinan (Hamni S/era.id)

Caranya memang sangat mudah, hanya dengan menghubungi call center 119 warga yang sakit atau ibu hamil yang butuh pertolongan cepat bisa memanfaatkan layanan ini.  PSC melakukan kegiatan terpadu layanan kesehatan gratis dengan melibatkan 20 dokter, delapan perawat dan ditunjang lima unit ambulans hingga ke pelosok desa. Hebatnya, layanan ini gratis untuk warga Kabupaten Bantaeng.


Petugas Unit PSC mempersiapkan tandu untuk pasien (Hamni S/era.id)
 
Atas inovasi ini Kabupaten Bantaeng mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten Sehat oleh Menteri Kesehatan 2011 dan Grand Award dari FIP 2011. Indikator penghargaan Kabupaten Sehat adalah kebersihan, kenyamanan, keamanan dan kesehatan yang berpengaruh pada indeks kesehatan masyarakat.


Salah satu unit ambulans bantuan Jepang untuk PSC Kab upaten Bantaeng (Hamni S/era.id)

 
Inovasi dalam bidang sosial sangat dinantikan untuk mengatasi banyaknya permasalahan sosial yang tidak lagi bisa diselesaikan dengan cara konvensional lagi. Di unit ini era.id sempat nge-vlog bareng Nurdin Abdullah yang menjelaskan sistem kerja dari unit emergency sevice ini. Liat vlog-nya yuk!

Tag: pilkada 2018 menjelajah di bantaeng

Bagikan: