Jarang Diketahui, Ini Sejarah Singkat "Tupperware" Hingga Dikeramatkan dalam Rumah

Tim Editor

Ilustrasi tupperware

ERA.id - Tupperware kini menjadi alat penyimpan makanan yang sangat kesohor di media sosial. Kabarnya, jika benda ini hilang, akan membuat murka kaum ibu yang berada di rumah. Bagaimana tidak, sekarang, wadah plastik ini harganya melambung tinggi. Ambil contoh, botol minum Tupperware dibanderol Rp80 ribu sementara satu set kotak makan yang bisa mencapai lebih dari Rp200 ribu.

Tupperware memang tiba-tiba saja dikenal, apalagi semenjak tahun 90-an, ia sudah digandrungi ibu rumah tangga. Namun jarang yang tahu bagaimana sejarah merek tersebut masih sulit digeser sampai sekarang.

Pencipta Tupperware sendiri ialah Earl Tupper pada tahun 1946. Ia berasal dari Amerika. Ia membuat produknya itu untuk dipergunakan oleh bapak atau ibu di rumah tangga, demi menyimpan makanan dan membuatnya kedap udara.

Bagian penting Tupperware adalah bagian penutupnya arau yang lebih dikenal dengan sebutan “burping seal“. Hal itulah yang membuatnya sangat berbeda dengan produk-produk sejenis.

Tidak cuma kuat, tutup Tupperware menjamin wadahnya kedap udara dan kedap air. Soal tutup tersebut, Tupper disebut terinspirasi dari tutup kaleng cat. Inovasi inilah yang membedakan Tupperware dengan wadah serupa dari merek lain.

Apakah hanya penutupnya yang diandalkan? Tentu tidak. Plastik pembentuk Tupperware merupakan bioplastik, yaitu campuran dari sayuran dan buah-buahan yang teruji aman untuk makanan dan ramah lingkungan.

Sejak awal diluncurkan, penjualan Tupperware menerapkan strategi door to door dengan istilah Tupperware Party. Strategi pemasaran ini dibuat oleh Brownie Wise, wakil presiden pemasaran yang sukses membawa Tupperware seterkenal sekarang.

Sayang, Brownie dipecat lantaran kepopulerannya melebihi Tupper sang pembuat Tupperware. Kemudian Tupperware dijual ke Rexall Drug pada 1958.

Selanjutnya, Tupperware berganti strategi pemasaran. Bagaimana bentuknya? Ia menempatkan perempuan sebagai pusat penjualan dari rumah ke rumah. Hal itu pun sangat membantu banyak perempuan, khususnya pada perang dunia ke II untuk memiliki penghasilan sendiri.

Tahun 1956, Tupperware pun masuk ke dalam daftar penemuan terbaik abad 20 Guinness Book of World Record berkat inovasi tutup kedap udara dan kedap air. Indonesia sendiri adalah negara dengan pasar terbesar Tupperware pada tahun 2013.

Melihat fakta-fakta di atas, wajar saja jika Tupperware mahal dan jadi andalan ibu rumah tangga atau orang-orang yang ingin menyimpan makanan atau minumannya dalam wadah tersebut. Anda sepakat?

Tag: sejarah yang unik

Bagikan: