Ini Penjelasan, Niat, dan Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah Dilakukan

Tim Editor

Ilustrasi orang berhaji (Setkab)

ERA.id - Apa itu puasa Tarwiyah dan puasa Arafah? Apa niatnya? Kapan puasa itu dilakukan? Sederhananya, puasa Tarwiyah adalah puasa yang dijalankan di hari kedelapan dari bulan Dzulhijjah. Puasa ini dianjurkan bagi umat muslim yang tidak berhaji, sebagaimana terdapat dalam riwayat dari Rasulullah tentang puasa Tarwiyah.

Kapan dilakukan puasa Tarwiyah? Hari Raya Idul Adha 2020 yang diperingati tanggal 10 Zulhijah 1441 H jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020. Sehingga puasa Tarwiyah akan jatuh pada Rabu, 29 Juli 2020 dan puasa Arafah pada Kamis, 30 Juli 2020.

Untuk diketahui, terdapat dua amalan puasa sunah yang amat dianjurkan bagi umat Islam sebelum Idul Adha, yaitu puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Puasa Tarwiyah dikerjakan pada tanggal delapan Zulhijah. Sedangkan puasa Arafah sunah untuk dilaksanakan pada tanggal sembilan Zulhijah. 

Apa keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah? Dalam Islam, tergambar dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dan Abdullah bin Abbas bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: "Puasa di hari Tarwiyah (8 Zulhijah) akan mengampuni dosa setahun yang lalu. Sedangkan puasa hari Arafah (9 Zulhijah) akan mengampuni dosa dua tahun," (H.R. Tirmidzi).

Apakah hukumnya wajib? A. Khoirul Anam di NU Online lewat artikel "Puasa Tarwiyah dan Arafah" menjelaskan bahwa hadis di atas kurang kuat riwayatnya (daif), para ulama berpendapat bahwa dua amalan itu boleh dilaksanakan, jika itu dalam kerangka fadla'ilul a’mal untuk memperoleh pahala dan keutamaan puasa, dan hadis yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah akidah dan hukum Islam.

Berikut ini bacaan niat puasa Tarwiyah beserta pelafalannya dalam tulisan latin dan artinya. Bacaan Niat Puasa Tarwiyah نويت صوم التروية سنة لله تعالى "Nawaitu shauma al tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala." Artinya: "Saya niat berpuasa sunah Tarwiyah karena Allah SWT."

Adapun bacaan niat puasa Tarwiyah jika diucapkan pada siang hari adalah sebagai berikut: نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التروية لِلهِ تَعَالَى Bacaan latinnya: "Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnati Tarwiyah lillahi ta'ala." Artinya: "Saya berniat puasa sunah Tarwiyah pada hari ini karena Allah SWT." 

Sementara bacaan niat puasa Arafah yakni: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى "Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘ala." “Aku berniat puasa sunah Arafah esok hari karena Allah SWT.” Niat di atas dibaca ketika berniat menjalankan puasa Arafah pada malam hari sebelum terbit fajar pada 9 Zulhijah.

Bacaan niat puasa Arafah jika diucapkan pada siang hari adalah sebagai berikut: نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى "Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnati Arafah lillahi ta'ala." Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Arafah pada hari ini karena Allah SWT."

Tag: puasa hari raya idul adha

Bagikan :