Pro Pancasila Menurun 10 Persen

Tim Editor

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa. (Leo/era.id)

Jakarta, era.id - Dukungan terhadap Pancasila di Indonesia tergerus. Dalam rentang 13 tahun, jumlah warga pro Pancasila tergerus mencapai 10 persen. Di sisi lain, rakyat Indonesia yang mendukung berdirinya NKRI bersyariah meningkat 9 persen.

Dalam penelitian yang diselenggarakan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA terungkap faktor ketimpangan kesejahteraan menjadi alasan merosotnya jumlah warga yang pro Pancasila.

"Dalam 13 tahun terakhir, publik yang mendukung Pancasila angkanya menurun. Tahun 2018 ini di angka 75,3 persen. Padahal pada 2005 angkanya masih berkisar 85,2 persen," kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (17/7/2018).

Berdasarkan penelitian LSI Denny JA pada 28 Juni sampai 5 Juli 2018, diketahui pada 2005, warga dengan penghasilan di bawah Rp1 juta yang pro Pancasila masih di angka 91,8 persen, angka itu merosot menjadi 69,1 persen pada 2018.

Menurut Ardian, muncul korelasi ketimpangan kesejahteraan dengan peralihan ideologi. Selain itu, menurunnya dukungan terhadap Pancasila terjadi merata di semua level pendidikan, mulai dari lulusan sekalah dasar hingga sarjana dengan angka penurunan 10 persen.

Penelitian tersebut dilaksanakan terhadap 1.200 responden menggunakan metode multistage random sampling dengan kuisioner dan wawancara tatap muka. LSI Denny JA mengatakan margin of error penelitian tersebut mencapai 2,9 persen.

Ardian menyampaikan, selain karena isu ekonomi, penurunan dukungan terhadap Pancasila dipicu munculnya paham alternatif yang menyebar massif. Selain itu, sosialisasi mengenai Pancasila juga dinilai kurang dan memengaruhi turunnya dukungan pada Pancasila.

"Didapati ada peningkatan angka pendukung NKRI bersyariah, dari 4,6 persen pada 2005 naik menjadi 13,2 persen pada 2018," ungkap Ardian.

Baca Juga: PDIP: Pancasila The Way of Life

Dia melanjutkan, masyarakat cenderung pasif menyosialisasikan Pancasila. Berdasarkan hasil survei, 53,7 persen responden mengatakan masyarakat cuek dalam menyebarkan berita terkait Pancasila.

"Pro Pancasila semakin turun, dan pro NKRI bersyariah makin tinggi. Ke depan, capres-cawapres diharapkan bertarung di wacana kebangsaan dan persatuan," ujar Ardian.
 

Tag: pilpres 2019

Bagikan: