Merasa Ditikung, Demokrat: Kita Segera Move On

Tim Editor

Roy Suryo (leo/era.id)

Jakarta, era.id - Partai Demokrat mengaku trauma dengan manuver yang dilakukan Partai Gerindra pada detik-detik terakhir deklarasi calon presiden dan wakil presiden. Partai Demokrat juga kecewa dengan gaya komunikasi Partai Gerindra yang selama ini telah berjalan.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo merasa kaget dengan keputusan Gerindra yang mengusung nama Sandiaga Uno pada last minute pencapresan. Meski demikian, Roy mengatakan, partainya akan segera bangkit dan mulai menetukan sikap.

Baca Juga: Soal Koalisi dengan Demokrat, Prabowo: Demokrasi Tidak Mudah

"Trauma itu pasti ada tapi tidak berlama-lama kita sudah terbiasa melakukan move on," kata Roy di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/8/2018).

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu menjelaskan, pengusungan nama Sandiaga tidak pernah dibahas sebelumnya dengan Partai Demokrat. Selain itu, jalan pintas yang dilakukan Partai Gerindra dengan memberi upeti kepada PAN dan PKS dinilai Roy tidak sesuai dengan etika berpolitik Partai Demokrat.

Roy mengungkapkan, selama sebulan terakhir Partai Gerindra dan Partai Demokrat hanya fokus membahas satu nama saja. Namun di luar dugaan, Gerindra juga membahas nama lain dengan PKS dan PAN, hal ini pula yang sulit ditolerir Demokrat.

"Perkara apakah itu fakta atau tidak biar hukum yang berbicara, biarkanlah fakta yang bicara, karena Andi Arief punya dasar," ujarnya.

Prabowo mengumumkan Sandiaga jadi cawapresnya
Suasana pengumuman capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno (Foto: mery/era.id)

"Semua orang kaget tapi Alhamdulillah itu terjadi bukan di last minute kalau itu terjadi maka akan sulit bagi Partai Demokrat posisinya," ungkap Roy.

Perlu kamu tahu, PAN, PKS dan Gerindra telah mengumumkan nama Sandiaga Uno sebagai cawapres bagi Prabowo Subianto. Saat itu Demokrat tak ikut dalam pendeklarasiannya.

Prabowo memang baru saja resmi meminang Sandiaga Uno sebagai pendampingnya dalam Pilpres 2019. Sandiaga pun harus mengorbankan jabatannya baik di Gerindra maupun Wagub DKI Jakarta, agar dirinya diterima parpol koalisi sebagai cawapres Prabowo.

Tag: partai demokrat prabowo-sandiaga jenderal kardus prabowo pilpres 2019

Bagikan: