Perang Sulitkan Penanganan Ebola di Kongo

Tim Editor

Ilustrasi (pixabay)

Jenewa, era.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat mengaku sulit mengenali semua yang terkena virus Ebola di wilayah Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, akibat gejolak keamanan.

Lebih dari 500 orang mendapatkan vaksinasi virus Ebola di wilayah itu. Secara keseluruhan, wabah terbaru tersebut menjangkiti 78 orang, dengan 44 di antaranya meninggal.

Pemerintah setempat juga mencatat sekitar 1.500 orang telah bersinggungan dengan penderita Ebola.

"Kami tidak bisa memastikan apakah semua orang dalam rantai penularan sudah terlacak. Kami memperkirakan lebih banyak penderita baru bermunculan akibat infeksi awal, yang kemudian berkembang," kata juru bicara WHO, Tarik Jasarevic, di Jenewa kepada wartawan.

Kongo adalah negara yang sudah 10 kali mengalami wabah Ebola sejak virus tersebut pertama kali ditemukan pada 1970an. Sebelumnya pada tahun ini, wabah Ebola juga sempat menyebar di wilayah barat Kongo dan baru berhasil dikendalikan pada Juli.

Namun, wabah di wilayah timur memunculkan tantangan lain karena terjadi di wilayah konflik di mana banyak kelompok-kelompok milisi saling bertempur satu sama lain.

Ebola adalah virus penyebab demam, muntah, dan diare. Virus itu menyebar melalui sentuhan langsung dengan cairan tubuh pengidap. Virus tersebut menewaskan lebih dari 11.000 orang selama wabah terbesar di Afrika Barat pada 2013 hingga 2016.

Tag: kesehatan

Bagikan: