Cahaya di Bulan Kemerdekaan untuk Warga Yakuhimo Papua

Tim Editor

Warga Distrik Puldama memegangi lampu LTSHE. (Twitter @kemenkeu)

Jakarta, era.id - Agustus menjadi bulan yang bersejarah bagi warga pedalaman Distrik Puldama, Kabupaten Yahukimo, Papua. Pada 11 Agustus 2018 lalu, ketika petang singgah di timur Indonesia, cahaya lampu menerangi seluruh honai--rumah adat--warga.

Setelah 73 tahun Indonesia merdeka, warga Puldama kini bisa merdeka dari kehidupan dalam gelap. Hal itu berkat hadirnya 1.085 paket Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dengan mengandalkan jalur udara untuk transportasi dan logistik, LTSHE pun dikirimkan bertahap ke wilayah yang terdiri dari delapan kampung tersebut yakni Kampung Puldama, Bako, Semlu, Kasen, Baro, Balsek, Eskok, dan Pamek.

Di Kampung Kasen, Rimba Kuebu (19) memasang LTSHE dibantu teknisi pemasang LTSHE dan warga kampungnya. Sekitar 30 Honai di Kampung Kosen malam itu terang benderang. Tak hanya terang, Rimba berharap, hadirnya LTSHE turut meningkatkan kesehatan warga Puldama.


Honai, rumah adat masyarakat Papua. (Foto: Wikipedia)

"Dulu kami banyak kena sakit pernafasan, mungkin karena tiap malam kami tinggal di Honai toh, kena asap api, biar hangat dan terang. Sekarang sudah ada lampu, bisa jauh-jauh dari api, tidak banyak sakit lagi," ungkap Rimba, dikutip dari laman esdm.go.id.

Hal ini juga diungkapkan Kepala Puskesmas Puldama, Yakobus Simalya (31 tahun) yang siang itu sempat membantu tetangganya di Kampung Bako memasang LTSHE.

"Di sini paling banyak penyakit ISPA, insfeksi saluran pernafasan atas, juga asma, jadi itu kami prediksi karena di Honai dapur itu sangat dekat dengan tempat tidur, mereka hirup asap dari api. Ditambah warga sini sering naik turun gunung dengan beban yang cukup berat, udara juga dingin, banyak asma. Jadi sekarang semoga warga bisa lebih sehat ada pembagian lampu (LTSHE) ini, bisa terpisah jauh dapur dengan lampu dan tempat tidur, asap berkurang toh," ujarnya.

Menteri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan berharap, melalui penerangan listrik rumah akan mampu meningkatkan kualitas hidup dan peningkatan ekonomi masyarakat di daerah tertinggal, terluar dan terdepan. 

"Kami prioritaskan lebih dari 60 persen penerima LTSHE ada di tanah Papua. Untuk Distrik Puldama sendiri total ada 1085 paket, satu paket itu untuk satu keluarga. Sementara di seluruh kabupaten Yahukimo ada 46.398 unit dibagikan," terang Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, Dadan Kusdiana dalam sambutannya sesaat sebelum pemasangan LTSHE di Honai-honai milik warga Distrik Puldama, Yahukimo, Papua, Sabtu (11/8).

Distrik Puldama merupakan salah satu wilayah yang berada di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) yang menjadi prioritas pembagian program LTSHE.

Tag: mari hemat listrik jokowi

Bagikan: