Pemerintah Koreksi Nilai Tukar jadi Rp15 ribu/Dolar AS

Tim Editor

Ilustrasi rupiah (Pixabay)

Jakarta, era.id - Pemerintah mengusulkan perubahan asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2019 menjadi Rp15.000 per dolar AS. Di mana dalam hasil rapat panitia kerja A DPR sebelumnya, asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditetapkan sebesar Rp14.500.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, revisi nilai tukar itu terjadi berdasarkan kondisi ekonomi saat ini, seiring dengan berubahnya estimasi Bank Indonesia jika kurs rupiah rata-rata bisa mencapai Rp15.000 per dolar AS.

"Kami usulkan untuk memakai nilai tengah Rp15.000 per dolar AS untuk asumsi nilai tukar di 2019," kata Sri Mulyani saat rapat kerja membahas postur sementara RAPBN 2019 antara Badan Anggaran DPR dengan pemerintah dan Bank Indonesia, seperti dikutip Antara, Senin (15/10/2018).


(Menutup perdagangannya nilai tukar rupiah berada di Rp15.221 per dolar AS/ data perdagangan Reuters)

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan usulan perubahan asumsi nilai tukar dolar AS itu memperhatikan situasi terkini. Di mana otoritas moneter itu melihat kondisi ketidakpastian global masih berlanjut, namun tekanannya mulai berkurang.

Mulai dari prediksi Bank Sentral AS, The Fed, yang akan lebih sedikit menaikkan suku bunga, meredamnya ketegangan perang dagang di global hingga potensi menguatnya mata uang euro membuat potensi ketidakpastian di global sedikit berkurang. 

Adapun asumsi nilai tukar rupiah yang diputuskan terakhir sebesar Rp 14.500 per dolar AS, merupakan titik tengah yang ditentukan Kementerian Keuangan. Namun dikarenakan dolar AS akhir-akhir ini terus menguat, BI memandang asumsi nilai tukar perlu diubah.

“Sejak awal September 2018 sampai dengan hari ini, dinamika yang terjadi di dalam negeri dan global demikian cepatnya,” papar Perry.

Dengan kondisi itu, BI memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah di 2019 akan bergerak rata-rata dalam rentang Rp14.800-Rp 15.200 per dolar AS. Selain nilai tukar rupiah, asumsi makro dalam RAPBN 2019 sama seperti yang diajukan sebelumnya antara lain pertumbuhan ekonomi 5,3 persen, inflasi 3,5 persen, dan tingkat suku bunga SPN 3 bulan 5,3 persen.

Kemudian, harga minyak mentah 70 dolar AS per barel, lifting minyak 775 ribu barel per hari, lifting gas 1.250 ribu barel per hari, dan cost recovery 10,22 miliar dolar AS. Dengan postur RAPBN 2019 sendiri dengan asumsi kurs Rp15.000 per dolar AS yaitu pendapatan negara Rp2.165,1 triliun dan belanja negara Rp2.462,3 triliun.
 

Tag: nilai tukar rupiah dolar as pertumbuhan ekonomi

Bagikan: