Critical Eleven, Waktu Krusial dalam Penerbangan

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang, jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi. Pesawat nahas itu sempat hilang kontak selama 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten pada pukul 06.20 WIB.

Selain itu pesawat yang dikemudikan Capt Bhavye Suneja, juga meminta return to base (RTB) atau kembali ke bandara 2 menit setelah take off dari Bandara Soekarno-Hatta. Hingga pada akhirnya pesawat hilang kontak pada ketinggian 2.500 kaki di udara.

"Dua menit. Jadi 2 menit mungkin pilot merasakan ada hal yang perlu dia kembali landing dia minta izin kepada menara pengawas untuk melakukan pendaratan kembali ke Cengkareng," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (29/10).

Pihak AirNav juga mengaku telah menerima permintaan return to base itu dan memberikan prioritas kepada pesawat agar bisa segera kembali. Namun, belum sempat tiba di bandara, pesawat sudah hilang kontak sekitar 13 menit kemudian atau pukul 06.33 WIB.

Dalam dunia kedirgantaraan, rentan waktu nol sampai 11 menit dikenal sebagai critical eleven. Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan, kondisi tersebut menjadi waktu-waktu kritis dalam penerbangan.

"Secara umum pesawat itu memang punya waktu sekitar 10 menit pertama saat lepas landas dan 10 menit terakhir menjelang mendarat. Selama waktu itulah masa-masa kritis dalam penerbangan," kata Alvin kepada era.id.



Alvin menjelaskan, selama rentang waktu critical eleven, pilot hanya memiliki ruang gerak yang terbatas untuk mengendalikan pesawat saat lepas landas maupun mendarat. Sehingga bila terjadi gangguan teknis pilot akan kesulitan dalam melakukan upaya penyelamatan.

"Pada rentan waktu 10 menit pertama saat tinggal landas, pesawat harus bergerak dengan daya maksimum dari mesinnya. Untuk mencapai ketinggian yang ideal, pesawat harus melakukan manuver-manuver belok dan sebagainya sehingga bila terjadi gangguan teknis pilot hanya memiliki ruang dan waktu yang terbatas untuk melakukan recovery," papar Alvin.

Demikian juga untuk proses pendaratan atau landing, rentan waktu sekitar 10 menit terakhir, kata Alvin pesawat hanya bergerak dengan daya minimum sekedar menahan laju pesawat agar tidak jatuh. Pilot juga akan banyak melakukan manuver-manuver tertentu untuk meluruskan arah pesawat dalam ketinggian yang sangat rendah.

"Dan sama juga ketika tinggal landas, pilot tak punya ruang gerak yang luas serta ketinggian dan waktu yang cukup terbatas dalam mengendalikan pesawat, hal itu lah yang disebut critical eleven atau masa-masa kritis penerbangan," ungkap Alvin Lie.
 


Dilansir dari flightsafety.org, critical eleven mengacu pada jangka waktu 3 menit setelah pesawat lepas landas dan 8 menit sebelum mendarat. Selama rentang waktu itu, awak kabin dilarang berkomunikasi dengan kokpit kecuali hal yang darurat dan awak kokpit harus menahan diri dari aktvitas yang tidak terkait dengan kontrol pesawat.

Hal itu karena saat critical eleven, pilot yang bertugas harus melakukan komunikasi secara intensif dengan Air Traffic Controller (ATC) untuk mengendalikan pesawat sesuai dengan standar operasi yang berlaku.

Praktik ini berasal dari fakta kalau 80 persen dari kecelakaan pesawat komersial terjadi di dalam dua periode waktu ini, yakni ketika pesawat paling rentan terhadap berbagai macam bahaya.

Apa yang harus dilakukan

Menurut Ben Sherwood, penulis The Survivors Club — The Secrets and Science That Could Save Your Life. Pada rentan waktu tersebut, penumpang disarankan untuk mengikuti aturan dengan tidak melakukan hal-hal yang akan menghambat penyelamatan saat kondisi darurat terjadi.

Selama rentan waktu itu, awak kabin biasanya akan memberikan arahan bagi para penumpang untuk mematikan ponsel, menutup meja, menegakkan sandaran kursi, membuka tirai jendela dan menggunakan seat belt.

Aturan-aturan tersebut diberikan untuk memudahkan jalannya evakuasi bila kondisi berbahaya terjadi. Saat emergency landing, penumpang hanya diberikan waktu 90 detik untuk menyelamatkan diri dari pesawat. Sebelumnya, tentu para penumpang juga dibekali pengetahuan tentang lokasi baju pelampung, masker, dan pintu evakuasi serta cara menggunakannya.

Hal itu diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama untuk diri sendiri tanpa dibantu awak kabin. Saat memasuki rentang waktu critical eleven, penumpang juga disarankan untuk tidak tidur, Itu diperlukan agar penumpang berfokus pada arahan awak kabin dengan baik dan selalu waspada pada kondisi pesawat.


 

Tag: lion air jatuh pegawai kemenkeu jadi korban pesawat jatuh

Bagikan: