SBY Beberkan Tantangan Berat Demokrat kepada Calegnya

| 10 Nov 2018 14:18
SBY Beberkan Tantangan Berat Demokrat kepada Calegnya
Susilo Bambang Yudhoyono (Diah/era.id)
Jakarta, era.id -  Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, partainya memiliki tantangan lebih berat dalam menghadapi pemilu 2019 dibanding sebelumnya. Dalam acara pembekalan calon anggota legislatif (caleg) Partai Demokrat di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/11/2108),

dia juga ingin menunjukkan dirinya bukan pemimpin yang suka memberikan 'angin surga' kepada kadernya.

"I have to tell the truth. Kita, partai demokrat punya peluang untuk sukses. Meskipun, ada tantangan yang kita hadapi dalam pemilu 2019 mendatang jauh lebih berat. Saya ulangi, jauh lebih berat," ujar SBY di lokasi, Sabtu (10/11/2018).

Dalam menghadapi peluang kesuksesan kontestasi politik tahun depan, SBY menyebutkan ada sejumlah tantangan yang harus dilalui seluruh caleg.

Pengaruh Efek Ekor Jas

Pemilu 2019 dilaksanakan serentak, yaitu pemilihan calon presiden-wakil presiden serta pemilihan caleg DPR, DPRD Provinsi serta Kabupaten/Kota. SBY bilang, partai politik yang kadernya menjadi kandidat di pilpres sangat diuntungkan.

"Contohnya PDI-P dengan Pak Jokowi sebagai capres kader partai itu dan Gerindra dengan Pak Prabowo sebagai capres kader Gerindra. Suara kedua partai politik itu meningkat tajam. Sebaliknya partai politik yang tidak punya capres dan cawapres suaranya menurun. Anjlok. Itu realitas," jelas dia.

Maka, kata SBY, PDIP dan Gerindra sebagai pesaing Demokrat di Pileg 2019 besar memiliki untung besar dengan memperoleh suara yang banyak. SBY sebut, itu tercermin dari survei yang ada saat ini.

Terjegal Presidential Treshold

SBY sedikit mengilas balik putusan soal Presidential Treshold (PT) yang mensyaratkan pencalonan presiden dan wakil presiden harus didukung oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki 20 persen kursi di parlemen. Ini sangat disayangkan oleh SBY yang menginginkan PT sebanyak 0 persen.

"PD tetap berpendapat bahwa UU itu keliru, karena seharusnya kalau pemilunya serentak PT harus 0 persen, sehingga dengan PT 20 persen itu menggunakan suara 5 tahun lalu, kemungkinan partai-partai yang lebih kecil untik memajukan kadernya menjadi capres dan cawapres juga tertutup," ungkap dia.

Bagaimanapun juga, itulah fakta yang perlu dihadapi para kader Demokrat. Namun, SBY meminta agar kadernya mencari jalan keluar agar partai berlogo mercy itu bisa lolos ke parlemen.

"Itulah tantangan yang kita hadapi. Namun, Partai Demokrat tidak boleh melawan realitas. Mari kita carikan jalan keluarnya. Kalau saudara tekun mengikuti dan menyimak apa yang kita strategikan untuk memenangkan partai kita, Insyallah jalan itu terbuka makin lebar," tutupnya.

Baca Juga : Salah Sebut Pancasila untuk Prabowo yang Sudah Tua

 

Rekomendasi