Menlu Arab Bantah Putra Mahkota Terkait Pembunuhan Khashoggi

Tim Editor

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir. (Foto: Twitter @AdelAljubeir)

Riyadh, Arab Saudi, era.id - Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir berkukuh, Putra Mahkota Mohammed bin Salman sama sekali memiliki kaitan dengan pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.

Dilansir dari Antara, Jumat  (16/11/2018), Al-Jubeir mengeluarkan pernyataan tersebut dalam satu taklimat di Riyadh, beberapa jam setelah Jaksa Penuntut Umum Arab Saudi mengajukan tuntutan hukuman mati terhadap lima tersangka utama dalam pembunuhan Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, 2 Oktober.

Baca Juga : Tersangka Pembunuh Khashoggi Terancam Hukuman Mati

"Kerajaan Arab Saudi berkomitmen untuk menuntut pertanggungjawaban para pelaku yang terlibat dalam pembunuhan itu, dan penyelidikan mengenai pembunuhan tersebut akan berlanjut sampai semua tanda-tanya terjawab," kata Al-Jubeir.

Ia menyoroti, para terdakwa dan korban dalam kasus Khashoggi adalah warga negara Arab Saudi dan peristiwa itu terjadi di tanah Arab Saudi.

Diplomat senior Arab Saudi tersebut mengatakan, ada upaya untuk mempolitisasi kasus Khashoggi. Katanya, inilah yang patut disesalkan.

"Media Qatar telah melancarkan aksi terorganisir terhadap Arab Saudi dan mengeksploitasi kasus Khashoggi," kata Al-Jubeir. 

Riyadh telah memutus hubungan dengan Doha sejak Juni 2017, dengan alasan Qatar mendukung terorisme dan ekstremisme serta memiliki hubungan erat dengan Iran, pesaing utama Arab Saudi di wilayah itu.

Pada Kamis (15/11) pagi, Jaksa Penuntut Umum Arab Saudi mengungkapkan perincian mengenai pembunuhan Khashoggi, dan mengatakan Khashoggi dibunuh dengan suntikan narkotika dan mayatnya dimutilasi, setelah pencekikan oleh sekelompok agen Arab Saudi di dalam Konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Baca Juga : Buat Pangeran Salman, Khashoggi adalah 'Islamis Berbahaya'

Khashoggi, wartawan untuk The Washington Post dan pengeritik lantang Pemerintah Arab Saudi, hilang pada 2 Oktober, setelah ia memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul untuk memperoleh dokumen buat perkawinannya. Peristiwa itu memicu penyelidikan oleh Pemerintah Turkiu dan tekanan internasional atas Riyadh agar mengungkapkan keberadaan Khashoggi.

Setelah awalnya membantah, Pemerintah Arab Saudi pada penghujung Oktober mengakui Khashoggi dibunuh di dalam Konsulat dan 18 orang yang memiliki hubungan dengan kasus tersebut ditangkap.


(Ilustrasi/era.id)

Ketika ditanya mengenai kemungkinan sanksi internasional atas Arab Saudi sehubungan dengan kasus Khashoggi, Al-Jubeir mengatakan ada perbedaan antara penjatuhan hukuman atas mereka yang dituduh dan menganggap Pemerintah Arab Saudi bertanggung-jawab.

Pada saat yang sama, Departemen Keuangan AS pada Kamis mengumumkan sanksi atas 17 pejabat Arab Saudi sehubungan dengan pembunuhan Khashoggi.

Tag: jamal khashoggi perubahan arab saudi

Bagikan: